Monday, 3 November 2014

Cerita tentang Tabungan, Asuransi dan Tabungan Investasi

Sejak jaman kita kecil, sudah banyak orang tua yang mengajarkan pentingnya menabung. Ada beragam cara yang dilakukan orang untuk mencegah uang tabungan bisa tetap utuh tidak diambil sampai waktunya tiba. Contohnya dulu orang menabung di celengan ayam dari tanah liat. Untuk mengambil tabungan, celengan itu harus dipecah terlebih dahulu. Hal ini membuat orang berpikir ulang saat akan memecah tabungan. Biasanya tabungan dipecah bila sudah waktunya atau karena ada kebutuhan yang mendesak.

Saya masih ingat jaman saya kecil dulu. Awalnya saya dan kakak dibuatkan tabungan dari  kaleng bekas susu bubuk. Tutupnya dilas, maksudnya sih biar uang tabungannya utuh, enggak bisa diambil-ambil. Tapi.... ternyata di masa kecil saya dan kakak lumayan suka jajan. Kebetulan di dekat rumah ada toko kelontong. Jadi saat ingin membeli jajan, yang kami lakukan adalah mengambil sendok untuk melebarkan tempat masuknya uang, kemudian kalengnya kami balik, dikocok-kocok sehingga uangnya bisa keluar. Setelah itu pergilah kami ke toko membeli jajanan :D.  Bisa dibayangkan hasilnya, kaleng susu itu enggak pernah penuh terisi uang.

Akhirnya kami dibelikan celengan tanah liat. Karena kami tidak menemukan cara mengambil uang tanpa memecahkannya, celengan ini berhasil terisi penuh. Tapi celengan ini biasanya cenderung terisi koin. Jadi meskipun celengannya terasa penuh dan berat, berapa sih isinya...

Setelah dewasa, ternyata prinsip ini masih tetap berlaku. Tabungan di tempat yang susah diambil hasilnya lebih mudah terkumpul uangnya. Sebaliknya kalau saya menaruh uang di tempat yang mudah diambil, cepat habisnya ;). Contohnya kalau saya menaruh uang di tempat yang mudah diambil seperti dompet, bukan menabung namanya. Semakin banyak uang yang ditaruh di dompet, kok kecenderungan saya berbelanja semakin meningkat ya. Tanpa saya sadari uangnya cepat habis. Yang saya lakukan cari cara mengisi dompet yaitu dengan pergi ke ATM. Kalau kontrol diri lagi jelek, dalam sebulan bisa berkali-kali ke ATM. Saat uang tabungan makin menipis karena terlalu sering diambil, baru deh bingung.  Ternyata nabung di bank yang ada ATM nya membuat uang susah terkumpul juga ya...

Saat saya baru lulus kuliah, ketika jalan-jalan di mall, ada agen asuransi yang mendatangi. Agen tersebut menjelaskan tentang produk asuransi yang bisa autodebet tabungan. Dari penjelasan tersebut saya menangkapnya asuransi itu seperti memindah tabungan, dari buku tabungan di bank, ke produk asuransi. Bedanya kalau uang tabungan bisa dengan mudah sewaktu-waktu bisa diambil, uang asuransi tidak semudah itu. Tahun-tahun awal adalah masa menanam. Ada pengurangan biaya asuransi.

Produk asuransi yang ditawarkan saat itu sederhana. Hanya debet rekening setiap bulan. Kalau mau perlindungan kecelakaan diri bisa ditambahkan. Menabung selama 10 tahun, perlindungan asuransi jiwa selama 20 tahun.  Setelah 10 tahun, bila uang tabungan tersebut dibiarkan maka hasilnya akan meningkat. Pertumbuhan setelah tahun ke 10 jauh lebih pesat karena sudah tidak ada pengurangan biaya asuransi lagi. 

Setelah kami menikah dan memiliki anak, suami mengajak membuka tabungan khusus yang tujuannya beneran untuk nabung. Katanya untuk tabungan anak kami. Pada awalnya sih berjalan lancar. Bulan demi bulan berlalu, uang tabungan terkumpul lumayan banyak.

Suatu hari, suami kepikiran kepingin beli mobil. Waktu itu mobil Honda Jazz merupakan mobil baru yang banyak diminati pasangan muda. Semakin hari, keinginan itu makin tak terbendung. Apalagi waktu melihat uang tabungan yang ada sudah memungkinkan untuk itu. Akhirnya jalan-jalan ke dealer dan enggak tahan lagi. Berubahlah uang tabungan manjadi mobil. Lupa sudah rencana awal menabung untuk masa depan anak.

Saat menjelang memiliki anak kedua, saya mulai berpikir. Kalau masing-masing anak tidak diberi tabungan tersendiri atas nama mereka, sulit rasanya untuk mengontrolnya. Jadi saya mulai mencari produk tabungan investasi. Kenapa harus yang bersifat investasi? Karena kalau tabungan biasa akan kalah oleh laju inflasi dan biaya administrasi..

Saat itu saya mulai belajar ada berbagai jenis tabungan dan berbagai jenis asuransi. Ada tabungan biasa, ada tabungan berjangka, ada deposito. Untuk asuransi ada yang tradisional, ada asuransi pendidikan, asuransi unit link, asuransi kesehatan, dsb. Selain itu ada juga bancassurance, suatu bentuk kerjasama antara bank dengan asuransi. Ada pula reksadana.

Karena waktu itu pengetahuan saya mengenai asuransi masih minim, saya memilihkan asuransi yang berbeda-beda untuk masing-masing anak. Saya ingin melihat seiring berjalannya waktu, mana asuransi yang terbaik. Waktu itu masih ada ketakutan untuk masuk unit link karena katanya saham itu fluktuatif banget. Jadi awalnya saya cenderung ke asuransi pendidikan dan tradisional.

Kemudian ada saudara yang bekerja di agen asuransi. Dia berusaha meyakinkan kalau harga unit link memang berfluktuatif. Tapi dalam jangka panjang trendnya naik. Mungkin memang ada saat-saat index harga saham gabungan (IHSG) jatuh, tapi biasanya itu tidak lama. Apalagi di unit link itu isinya saham-saham pilihan, yang mengelola perusahaan yang memang khusus mengelola dana-dana investasi. Saya ditunjukkan grafik-grafik dan tabel hasil investasi masa lalu.

Setelah mencoba asuransi unit link, ternyata memang hasilnya beda jauh dengan asuransi tradisional. Memang harganya berfluktuasi. Ada saat-saat harga turun. Tapi bila kita yakin pada perusahaan yang kita pilih, biarkan saja. Setelah sekian tahun, fluktuasi harga tidak lagi menakutkan. Malah hasil investasinya yang menarik banget.

Dulu saya memilih membayar asuransi tahunan, saya pilih yang uangnya seminim mungkin demikian pula jangka waktunya sesingkat mungkin karena dalam bayangan saya waktu itu membayar asuransi itu seperti beban. Saat itu di bulan September ada 3 asuransi yang jatuh tempo dalam waktu bersamaan. Ternyata hal itu kadang menimbulkan konflik, seringkali timbul perasaan tidak rela harus mengeluarkan uang dalam jumlah lumayan besar, sekalipun baru menerima THR. Akhirnya setelah semua tagihan lunas, saat membuka asuransi baru, saya beralih ke pembayaran asuransi bulanan.

Mungkin ada yang heran dan berpikir, sudah punya asuransi, buat apa membuka asuransi baru lagi?
Seiring berjalannya waktu, kami memeriksa dan mempelajari kembali tabungan dan investasi yang kami lakukan. Seringkali uang yang dulu kelihatannya besar, setelah beberapa tahun rasanya jadi enggak banyak artinya. Kami mulai berpikir saat anak kami nanti berusia 17 - 18 tahun, kira-kira cukup enggak ya hasil investasi itu untuk biaya kuliah? Terus kalau uang asuransi itu diambil untuk biaya kuliah, gimana selanjutnya untuk biaya masa depannya? Karena itu kami kemudian membuka asuransi baru lagi dan sengaja dibuat bulanan biar tidak memberatkan.

Saat ini sebenarnya kami sudah dalam kondisi enggak kepingin nambah asuransi lagi. Tapi... ternyata ada program yang menarik yang membuat kami berubah pikiran, yaitu tabungan investasi CAR.

Tabungan investasi PT AJ Central Asia Raya (CAR) milik Salim Group, satu group dengan BCA. Programnya dinamakan 3i-Network. Di sini kita diharuskan menabung Rp 350.000 sebulan selama 5 tahun. Kalau dihitung harian, itu setara dengan hampir Rp 12.000 per hari. Bayangkan dalam sehari seringkali kita mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang enggak benar-benar perlu lebih dari Rp 12.000 khan....

Misalnya aja kita ke pasar, niatnya sih beli daging, buah, dan sayur tapi ternyata waktu pulang belanjaannya banyak banget.  Ternyata tadi di pasar ada obral baju, terus kita beli jajan pasar, beli hiasan rambut yang kelihatannya imut, dsb. Setelah sampai rumah, dipikir-pikir lagi enggak semua barang yang kita beli benar-benar dibutuhkan. Itu baru di pasar, kalau di Mall lebih-lebih lagi deh, pengeluaran tak terduganya jauh lebih banyak :D

Nah seandainya kita mengontrol diri dengan lebih baik, menyisihkan uang itu untuk tabungan investasi, tentu hasilnya akan berbeda. Kalau kita bisa komitmen menabung Rp 350.000 per bulan selama 5 tahun, tanpa terasa di akhir tahun ke 5 kita punya tabungan yang jumlahnya sekitar 21 juta (tergantung usia masuk, asumsi tingkat investasi sedang 14%). Selain itu ada bonus uang pertanggungan sebesar 21 juta.

Menariknya, di program 3i-Network CAR (3i= insurance - investment - income), kita bisa mendapat bonus dari member get member. Dengan demikian kita mendapat manfaat asuransi jiwa UP 21 jiwa untuk jumlah tabungan 350 ribu/bulan, mendapat tabungan investasi, dan punya potensi mendapatkan income dari bisnisnya.

Ingin tahu lebih jauh? Hubungi Yusi 08123213971, yusisetiawati@gmail.com, atau PIN BB 24C4057E








 



Read More......

Friday, 1 February 2013

Belajar dari Orang Sukses

Artikel ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang sedih, nyaris putus asa karena merasa sudah berusaha namun belum melihat titik terang dari perjuangan Anda. Tahukah Anda di balik setiap kisah orang sukses ada pengalaman, perjuangan dan prinsip hidup yang bisa kita pelajari? Kesuksesan bukan suatu pemberian yang langsung Anda peroleh tanpa usaha. Kalau Anda melihat ada orang yang akhirnya dapat berhasil mencapai kesuksesan dengan mudah, hal itu berarti orang tersebut sudah lulus dalam masa belajarnya. Sekarang tinggal menuai hasilnya.

Bahkan di kitab suci pun kita bisa belajar bahwa seringkali Allah memberikan janji, tapi pemenuhan janji itu kadang membutuhkan waktu yang tidak pendek. Allah menjanjikan Abraham akan menjadi Bapa orang beriman atau Bapa segala bangsa. Saat itu Abraham masih berumur 75 tahun. Tapi ternyata Sara, istri Abraham mandul. Akhirnya Ishak lahir pada saat Abraham berusia 100 tahun dan Sara berusia 91 tahun. Berapa lama Abraham harus menunggu pemenuhan janji Allah? Bahkan saat Allah menegaskan kembali janjinya, Sara sudah tidak percaya karena saat itu dia sudah menopause. Tapi ternyata bagi Allah segala sesuatu mungkin.

Kisah lainnya adalah janji Allah pada orang Israel. Melalui Musa, Allah berjanji memberikan tanah Kanaan. Tapi sebelum Allah menggenapi janjinya, Allah menuntut bangsa Israel mematuhi hukum-hukum-Nya. Ketika bangsa Israel memberontak pada Allah dalam ketidakpercayaan dan menolak masuk Kanaan karena takut akan penduduknya, Allah marah dan membuat bangsa Israel mengembara di padang gurun selama 39 tahun.

Masih banyak kisah-kisah lain baik dalam kitab suci yang bisa kita baca. Dari kisah-kisah tersebut kita bisa belajar sekalipun Allah sudah berjanji memberikan sesuatu pada kita, tetap butuh waktu untuk penggenapan rencana Allah itu. Selain itu ada hal yang dituntut dari kita. Dalam masa penantian itu, Allah ingin kita belajar, kita ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik, agar kita layak mendapatkan janji Allah. Jika kita memberontak atau tidak taat atau menolak melakukan kehendak-Nya, pemenuhan janji itu bisa menjadi lebih lama waktunya. Tapi untunglah waktu Tuhan tidak pernah terlambat.

Sekarang mari kita belajar dari kisah orang-orang sukses di sekitar kita. Pada saat orang sudah sukses kita bisa melihat uang mengalir ke rekening mereka dengan mudahnya. Kelihatannya apa yang mereka kerjakan langsung bisa menghasilkan duit. Seringkali hal itu membuat diri kita menjadi iri. Mudah sekali bagi orang yang sudah sukses untuk menarik orang lain mengikuti jejaknya. Mereka merekomendasikan produk A, banyak sekali orang yang langsung antusias membeli. Saat kita bergabung menjadi reseller, ikut menjual produk yang sama, kok yang beli cuman sedikit? Orang sukses menulis di facebook, langsung banyak orang mengklik like dan mengomentarinya. Saat kalimat yang sama kita salin di facebook kita, kok responnya biasa-biasa aja ya :).

Tapi tahukah Anda semua orang yang sekarang sukses itu dulunya juga melalui tahapan yang kita lalui sekarang. Mereka juga mengalami saat-saat orang menertawakan mimpi-mimpi mereka, saat orang menolak produk yang mereka tawarkan, saat-saat blog / account facebook sepi komentar dan sepi pengunjung. Tapi mereka semua belajar, bekerja keras membangun kredibilitas, dan dengan tekun meniti kesuksesan.

Perjuangan sesungguhnya justru dimulai saat orang memutuskan untuk mengapai mimpinya. Saat itu mulailah hidup kita seperti ditempa, kadang kita merasa sudah berusaha, namun hasilnya belum juga terlihat. Kita sudah mencontoh apa yang dilakukan orang sukses tapi ternyata respon yang didapat berbeda.  Kalau saat ini Anda mengalami hal itu, bersyukurlah. Inilah saat-saat kita perlu belajar banyak. Semua ini perlu terjadi pada hidup kita agar kita menghargai kesuksesan. Agar kita tahu sukses itu perlu perjuangan dan agar kita kuat dalam menghadapi kehidupan ini.

Di saat menemui jalan buntu atau kehilangan ide, saya senang belajar dari orang-orang yang sudah sukses. Saya jadi teringat tulisan Anne Ahira, yang sekarang terkenal sebagai Ibu Guru di Asian Brain, tempat kursus internet marketing di Indonesia. Perjuangan menuju suksesnya tidak mudah, saya sampai meneteskan air mata ketika membaca saat titik balik hidupnya. Saat orang tuanya datang ke tempat kostnya dan mendapati mata Anne Ahira merah. Orang tuanya mengira gosip yang beredar selama ini benar. Ahira dikira sudah jadi perempuan tidak benar, mata merah karena kurang tidur dikira karena terlibat obat-obat terlarang. Mendengar tuduhan itu, apalagi tuduhan itu diucapkan oleh orang tuanya, Anne Ahira berdoa sambil menangis. Ajaibnya, semenjak saat itu kondisinya berubah. Hasil belajarnya mulai berbuah.   Anda bisa mendengarkannya di audio Diriku dan Perjalanan.
  
Kemarin saya mampir ke facebook Steven Chang, orang yang menjadi terkenal di kalangan internet marketing setelah Pak Sukarto BBI memperkenalkannya sebagai lulusan BBI yang akhirnya sukses menjadi Milyader Toko Online. Saya merasa penasaran karena Pak Sukarto cerita awalnya Steven Chang sama sekali tidak mengerti tentang internet marketing. Bahkan 7 minisite awalnya dibuat dengan penuh perjuangan. Tapi Steven Chang bukan orang yang mudah menyerah. Berkat rutin konsultasi dan menurut pada mentor, akhirnya Steven Chang menjadi orang pertama di angkatan itu yang pecah telur (berhasil mendapat dollar). Kisah ceritanya di bagian catatan sungguh menginspirasi. Silakan dibaca sendiri http://www.facebook.com/notes/steven-chang/coretan-kisahku-mendapatkan-18-juta-perbulan-dari-bisnis-internet/10150245343293382.

Tanggal 4 Agustus 2012 saat Steven Chang sudah mulai merasakan kesuksesannya dia menulis:
I ask my mentor about success.. Pernah terbersit kesuksesan kecilku hanyalah sebuah "HOKI" karena memilih bisnis yg kebetulan tepat. Dan jujur saja dgn attitude yg biasa2 saja, disiplin yg kurang dan malas sebenarnya belum layak utk sukses, tp entah kenapa krn memilih bisnis yg tepat aku akhirnya mendapatkan kesuksesan kecil setelah lama berkutat dgn yang namanya kegagalan.. That's why I think that my little Success just about "LUCK (HOKI)"

And my Mentor say :

Untuk hidup orang bilang utk SUKSES perlu "HOKI" memang betul, tapi supaya bisa HOKI orang harus berusaha dan bekerja keras, makin berusaha makin HOKI. Saya melihat pengalaman saya dan teman2 yang lain dan semuanya begitu. Struggle dan kerja keras bertahun2 tidak ada hasil, tapi karena terus jalan tiba2 ada titik balik, dan tiba2 naiknya "Exponential". Ingat, jangan terlena dgn sukses kecil tetap kembangkan utk semakin maju. Dan yang pasti dgn kesuksesan jangan membuat kita sombong.. ^^

#My Mentor Quote


Bila kita pelajari lebih jauh perjuangan orang-orang dalam mencapai sukses, belum tentu kita mau mengalami hal yang sama, seperti yang telah dialami mereka. Tempaan hidup yang mereka lalui tidaklah mudah. Tapi karena mereka punya prinsip hidup yang benar, tidak mudah menyerah, percaya pada mimpinya, akhirnya cita-cita mereka dapat terwujud. Sukses yang mereka raih adalah buah dari perjuangan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Pada akhirnya saat proses belajar telah berlalu, buah yang manis dapat mereka petik.

Nah saat Anda merasa putus asa karena bisnis yang Anda jalankan belum membuahkan hasil, ingatlah dulunya orang-orang yang sekarang sudah sukses pun pernah mengalami hal yang sama. Jika kita menyerah, maka kita akan tetap pada kondisi saat ini, bahkan mungkin lebih rendah karena kita cenderung menyalahkan diri kita sendiri. Tapi kalau kita terus berjuang sambil berdoa pada Tuhan, jalan akan mulai terbuka. Dengan bimbingan Tuhan, jalan yang kita lalui akan terasa lebih mudah. Ayo teman, kita terus berjuang mencapai mimpi kita, menuju kesuksesan. Mari kita belajar dari orang sukses.

Read More......

 

blogger templates | Make Money Online