Saturday, 11 October 2008

Kisah Tetangga yang Tinggal Sendirian

Dua rumah dari tempatku tinggal, ada seorang Bapak yang berumur 70 tahun lebih, dia tinggal sendirian di sebuah rumah dengan luas tanah 180 m2. Bapak ini memiliki hobby bercocok tanam. Orangnya rajin sekali menyapu jalanan. Kebetulan di sebelah rumahku ada pohon yang daunnya sering rontok, dan karena rumahnya belum selesai dibangun maka tidak ada yang menempati. Mungkin Bapak ini merasa gerah melihat jalanan kotor sehingga kadang dia menyapu sehari 2 kali, tidak peduli panas terik.

Aku terakhir kali melihat dia hari Minggu, kebetulan pagi itu saat dia menyapu, ada tetangga lain yang menyapanya, mereka bercakap-cakap saling mengucapkan selamat idul fitri. Ibu tetangga tersebut bertanya kenapa Bapak lama tidak kelihatan, Bapak tersebut menjawab selama liburan ini dia sakit. Aku sendiri karena baru datang dari luar kota dan waktu itu pembantuku belum datang, banyak sekali pekerjaan yang menumpuk, jadi aku kembali masuk rumah.

Kemarin, hari Jumat malam saat kami pulang dari pergi menjenguk teman yang melahirkan, kami melihat banyak orang berkumpul di depan rumah Bapak sebelah. Tumben pikirku, ada apa gerangan, karena penasaran aku menghampiri kerumunan tersebut untuk mencari tahu. Ternyata di sana sudah ada Bapak RW, satpam, dan tetangga-tetangga lainnya. Bapak RW menyapaku, bertanya kapan terakhir aku melihat Bapak sebelah, aku menjawab Sabtu (setelah kuingat-ingat lagi ternyata hari itu Minggu), kuceritakan percakapan antara Ibu tetangga sebelah rumahku dengan Bapak tersebut, kalau Bapak tersebut sakit selama liburan Idul Fitri ini. Bapak RW bertanya ngerasa bau enggak di sini. Kutajamkan penciumanku, iya sih ada bau-bau enggak enak.

Sementara itu ada orang yang berusaha melihat ke dalam rumah, kondisinya gelap gulita dan tergembok dari dalam. Biasanya kalau Bapak sebelah pergi, gemboknya di luar, nah ini gembok di dalam, pintu kasa terbuka. Dari hasil observasi ternyata ditemukan bangkai tikus di atas atap. Apakah bau tersebut berasal dari sana, mudah-mudahan aja. Tapi kami masih penasaran. Orang-orang mencari cara bagaimana bisa masuk melihat kondisi rumah. Ternyata setelah diselidiki kelihatannya rumah tersebut kosong, di kamar, ruang tamu, ruang tengah tidak ada orang. Ada yang mengusulkan periksa kamar mandinya juga...

Setelah kamar mandi diperiksa, hasilnya Bapak tersebut ditemukan meninggal di kloset, kelihatannya hari itu dia diare (ada norit dan pengakuan tetangga yang dimintai kunir karena Bapak tersebut sakit perut). Mungkin dia sudah lemas sekali sehingga akhirnya meninggal di sana.

Mendengar dan mengetahui kejadian tersebut membuat hati dan pikiran kami campur aduk, merasa kasihan dengan Bapak tersebut, kenapa di hari tuanya dia tinggal sendirian, ternyata Bapak tersebut memang tidak menikah. Kenapa kami sebagai tetangganya tidak peka sama sekali? Ampuni kesalahan kami. Akhirnya kami hanya bisa berdoa semoga dosa-dosanya diampuni dan arwahnya diterima di sisi-Nya. Selamat jalan Bapak Sebelah...

Renungan:
Semua orang akan beranjak dewasa dan menjadi tua. Seperti apakah masa tua yang akan kita jalani?
Bagaimana juga dengan orang tua kita, sudahkah kita merawatnya dengan baik? Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk kita semua.
Bagi yang belum menikah, pikirkan lagi tentang masa tua Anda, memang berkeluarga, memiliki anak tidak menjadi jaminan untuk masa tua kita, tapi bagi yang memilih melajang perlu pemikiran yang lebih mendalam tentang menjalani masa tua nanti....
Ada kelahiran, ada pula kematian, manfaatkan hidupmu dengan baik...

Related Posts by Categories



2 comments:

Mr. Sok Bener Gitu loo said...

Selamat jalan Bapak.

Membaca kisah diatas mengingatkan saya kembali bukan hanya bagaimana cara kita memperlakukan orangtua kita sekarang tetapi juga bagaimana cara kita memperlakukan anak kita sekarang.

Salah satunya kadang2 kita ngga sadar kalo kita pernah tidak sengaja membangkitkan rasa sakit hati anak kita.

Tindakan yg tepat kepada anak cowo yg hoby main masak2an adalah salah satu contoh bahwa orang tuanya menyadari hal ini, pengertian dan perhatian kitalah yg bisa membuat anak kita merasa dimengerti dan dicintai kembali, mereka tidak mendengar dari kata2 kita saja tetapi juga merasakan perlakuan kita kepada mereka.

Satu hal lagi yg pernah saya baca,
saya lupa dari mana, seringkali kita jarang punya waktu buat anak2 kita (biasanya bapak2 nih),mungkin sebagian menganggapnya sebagai pemborosan waktu, waktu adalah uang, katanya.

Saat anak anda kangen,butuh waktu dan perhatian anda,mungkin hanya untuk sekedar main mobil2an atau masak2an misalnya,coba saya tebak jawaban anda,"Nanti ya sayang,papa masih sibuk,nanti kalo ada waktu pasti papa temenin,papa sayang kamu" biasanya janji ini jarang lho ditepatinya.

Bisa anda bayangkan tidak,kalo nanti saat anak anda sudah dewasa dan sudah hidup mandiri,anda sudah menikmati masa pensin anda,lalu anda telpon anak2 anda karena sudah lama sekali tidak bertemu,anda kangen ingin bertemu untuk sekedar ngobrol atau makan bersama, atau bahkan hanya untuk ngobrol saja di telepon.

Coba bayangkan apa yg anda rasakan dalam hati anda kalau suara di ujung telepon berbunyi "Nanti ya pa,saya masih sibuk,nanti kalo ada waktu pasti saya temenin,saya sayang papa" dan janjinya juga jarang ditepati, sama persis seperti janji anda dulu kepadanya.

Pilihan ditangan anda, apa yg anda perlakukan kepada anak anda sekarang, itu yg akan diperlakukan kepada anda nanti.
Apa yg anda tanam, itu yg anda tuai.

Belajar Internet Marketing said...

Yup, makasih banyak atas komentar Anda. Jadi inget nih saya juga pernah mbaca buku karangan Dra.V.Dwiyani (sorry lupa judulnya), waktu itu anak pertama saya sedang nakal-nakalnya dan kami sampai kehabisan akal, harusnya diapain sih, kenapa anak saya begitu nakal? Terus waktu jalan-jalan ke Gramedia nemu buku tersebut (sekarang bukunya lagi dipinjam orang, belum dikembalikan, mau nagih, jarang ketemu nih).

Buku tersebut kumpulan kisah-kisah nyata, dilihat dari sudut pandang seorang anak. Ada 1 cerita yang sangat membekas di hati, ceritanya anak ini baru dibeliin sepeda, sebagian uangnya dari hasil tabungan terus sama orang tuanya ditambahi agar cukup. Namanya juga anak kecil, dia begitu girang, pingin cepat-cepat memamerkan sepeda baru tersebut ke temannya.

Sesampai di rumah temannya, ternyata sang teman sedang asyik bermain bola, dia cepat memarkir sepedanya di luar rumah temannya terus ikut gabung bermain bola. Setelah capek, dan hendak pulang, dia baru teringat akan sepedanya, tapi ternyata sepeda tersebut hilang, tidak ada di tempat tadi dia menaruhnya.

Tentu saja anak tersebut sangat sedih. Dia pulang ke rumah, maunya sih pingin dapat penghiburan. Tapi begitu dia menceritakan kalau sepedanya hilang, orang tuanya langsung marah. Bapak dan ibu yang diharapkan dapat menghiburnya malahan menghukumnya, tak puas hanya memukul, mereka malah mengurungnya di kamar mandi.

Anak tersebut merasa sangat sedih, kata-kata dalam pikirannya begitu menyentuh hati. Sebenarnya siapa sih yang lebih sedih, aku atau Bapak dan Ibu? Sepeda tersebut merupakan impianku sejak lama, aku juga ikut menabung untuk membeli sepeda tersebut. Waktu tahu sepeda tersebut hilang, hatiku sangat sedih dan aku pulang ke rumah dengan harapan mendapat menghiburan tapi kenapa hanya hukuman yang kudapat? Apakah Bapak Ibu lebih sayang sepeda itu daripada aku?

Cerita ini mungkin bisa jadi bahan renungan juga buat kita semua. Semenjak itu saya mulai belajar memahami jalan pikiran anak (meski kadang masih sering lupa juga). Sedikit namun pasti perilaku anak pertama saya yang semua gak bisa diatur menjadi membaik. Saat play group A dia banyak dirasani karena kenakalannya, tapi di play group B, banyak ibu-ibu yang memujinya, malah dia berhasil meraih juara The King. Puji Tuhan karena telah menyadarkan saya. Ternyata selama beberapa waktu itu, saya yang telah salah asuh, tidak dapat mengerti dia, hanya suka memarahinya. Ternyata dengan cinta kasih, justru perilakunya membaik.

Terima kasih Mr. Sok bener gitu lho atas komentarnya. Forum komentar ini terbuka untuk umum kok, gak masalah ibu, bapak, atau anak.

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online