Wednesday, 22 October 2008

Sembuh Mau Pakai Sepatu Setelah Dibeliin Sandal Baru

Steven sudah mau pakai sepatu
Steven kecil banyak tingkahnya yang aneh-aneh, salah satunya enggak mau pakai alas kaki, baik itu kaos kaki maupun sepatu. Hal ini terjadi sejak dia berumur 6 bulan. Lama-kelamaan kebiasaan jelek ini terasa sangat mengganggu. Bayangkan diajak jalan-jalan ke mall, dia dengan santainya berjalan dan berlarian tanpa alas kaki. Diajak ke pesta pun begitu. Aduh siapa yang enggak malu? Segala bujuk rayu, paksaan kayaknya sudah dilakukan, namun tetap aja enggak membeli hasil.

Hari demi hari berlalu. Steven sudah 1 tahun. Malahan pada ulang tahun pertamanya yang kebetulan dirayakan di rumah, di tengah para undangan yang hadir, dia terus menuntun tangan saya mengajak berjalan berputar-putar di sekeliling rumah tanpa sepatu (saat itu dia sudah bisa jalan tapi belum pede, jadi masih ngandeng orang). Untuk kado ulang tahunnya kami membelikannya sepeda roda 3, dia suka sekali tapi tetap saja naik sepeda tanpa alas kaki.


Suatu hari saya berpikir gimana kalau Steven diajak ke tempat wisata yang banyak rumputnya, siapa tahu dia merasa tidak nyaman berjalan di rumput dan kemudian mau pakai sepatu. Tapi ternyata dugaan saya salah, dia tetap saja menolak memakai sepatu dan lebih memilih berkeliaran tanpa alas kaki. Bahkan kami pernah menginap 2 malam di hotel, kirain dia bakal merasa enggak nyaman berjalan di semen, rumput, bebatuan dan akhirnya menyerah mau pakai sepatu. Tapi ternyata dugaan kami salah deh, tetap saja dia menolak memakai alas kaki. Aduh, ampun deh.

Semakin dia besar kami semakin kepikiran, gimana ya kalau kebiasaan buruk ini tidak bisa dihilangkan. Masa dia mau sekolah tanpa pakai sepatu, mana mungkin... Hampir setiap hari kami berusaha membujuknya agar mau memakai sepatu. Kadang baru melihat sepatunya aja Steven sudah berontak, kadang cuman berhasil memakaikannya 1 detik. Hm anak yang aneh.

Saya coba cari informasi kenapa ya anak saya, informasi yang saya peroleh kadang hal ini terjadi pada anak autis karena kepekaan mereka terhadap bahan tertentu. Aduh masa sih Steven autis atau bakal berkembang menjadi autis? Kontak matanya sih bagus, anaknya cerdas, tapi... kok banyak juga ya tingkah lakunya yang aneh, alerginya yang hebat. Apa tinggal nunggu faktor pencetusnya aja? Khan katanya ada anak yang semula kelihatan normal, tapi tahu-tahu mengalami kemunduran. Untuk menghindari faktor pencetus itu, salah satu hal yang saya lakukan menunda imunisasi MMR yang masih kontroversi.

Suatu hari saya dan suami jalan-jalan ke mall berdua. Di sana saya tertarik pada stan sandal anak-anak, tertariknya sih karena harganya yang murah, cuman Rp 5000,00. Saya pikir coba aja deh beli buat Steven, kalau dia enggak mau ya sudah toh harganya murah. Kami datangi stan tersebut, akhirnya kami membeli sepasang sandal berwarna biru tua bergaris-garis hitam.

Pulang ke rumah, oleh-oleh sandal tersebut saya tunjukkan ke Steven. Reaksinya aneh deh. Ditaruhnya sandal tadi, kemudian dia pergi mencari sesuatu, kemudian dia datang lagi sambil membawa sepatu Piyo-piyo yang bisa berbunyi cit cit cit, sepatu yang selama ini tidak mau dipakainya. Lebih aneh lagi, saat itu dia langsung duduk di lantai dan berusaha memakai sepatu piyo-piyonya. Wow kami langsung takjub.

Semenjak hari itu Steven mau memakai sepatu Piyo-piyonya, saking girangnya saya ambil kamera untuk mengabadikannya. Hm obat yang aneh ya, masa penyakit enggak mau pakai alas kaki ini sembuh setelah dibeliin sandal baru. Sampai hari ini pun saya masih enggak habis pikir, kira-kira 'obat' ini bisa manjur enggak untuk anak lain yang mengalami kasus serupa?

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online