Thursday, 30 October 2008

Tips Buat yang Pemalu dan Sulit Bergaul

Beberapa hari lalu saya membantu menjawab pertanyaan di Yahoo Answer. Pertanyaannya 'Saya orangnya pemalu dan sulit bergaul dengan orang lain dan cewek. Bagaimana cara Mengatasinya?' Di jawaban tersebut saya katakan bahwa saya dulu juga seperti itu dan saya beri sedikit nasehat, ternyata hore :~ oleh penanya jawaban saya dipilih sebagai jawaban terbaik. Sebagai ucapan terima kasih saya ingin melengkapi jawaban saya dan sedikit sharing pengalaman.

Yup, saya dulu mulai TK sampai SMA orangnya pemalu, tidak percaya diri, pendiam banget, susah bergaul. Ehm ada enggak ya teman lama yang membaca blog ini? :$ Sebenarnya saya juga pingin bisa punya banyak teman, bersenda-gurau dengan teman-teman, tapi entah kenapa sepertinya ada tembok / benteng yang membuat saya seperti menjaga diri, menjaga jarak, mungkin karena takut disakiti lagi. Hal ini terjadi cukup lama tanpa saya sadari sepenuhnya ada apa gerangan di balik semua hal itu.

Seperti yang saya ceritakan di Memori Masa Kecil Apakah yang Masih Anda Ingat?, secara tidak saya sadari kejadian masa kecil saat saya bertengkar dengan kakak, kemudian lari ke kamar mencari pertolongan mama, tapi karena kebetulan saat itu mama sedang menidurkan adik, bukannya menolong, mama malah memarahi saya, bahkan memukul pantat saya dengan kemucing. Mungkin kejadian itu terlihat sepele tapi memberi kesan yang mendalam dan sangat melukai hati anak kecil. Dari sisi orang dewasa mungkin kita bisa mengatakan kalau saya yang nakal, masa tidak melihat kalau mama saat itu sedang menidurkan adik, lihat adik jadi terbangun gara-gara saya ribut. Coba telaah lagi peristiwa tersebut:
1. Saya bertengkar dengan kakak
2. Saya masuk kamar minta tolong ke mama (mengadu)
3. Mama sedang menidurkan adik, merasa terganggu dengan rengekan saya, menengur.
4. Saya tidak puas, tetap tidak mau pergi dari sana, setelah ditegur malah menangis
5. Adik saya kaget, mama tambah tidak sabar, akhirnya marah, mengambil kemucing, memukul saya
6. Saya menangis lebih keras, merasa kehilangan pegangan. Kakak nakal, mama tidak mau menolong, papa sedang tidak di rumah, apalagi saat itu saat-saat awal punya adik (secara kebetulan jenis kelaminnya cowok lagi, yang sudah ditunggu bertahun-tahun). Secara umum anak kecil yang baru punya adik merasa perhatian orang tua terbagi, timbul rasa iri, tapi karena kejadian ini, saya merasa 'terbuang', tidak lagi disayang, yang ada di pikiran saya saat itu : yang nakal kakak, saya datang untuk minta tolong mama, kenapa mama malah memukul saya?.

Kejadian selanjutnya saya tidak ingat lagi apakah kakak saya mengejek saya yang gagal mendapat pertolongan, apakah akhirnya mama menghibur saya, atau apakah akhirnya saya lari ke pembantu? Sungguh kenangan itu tidak membekas di memori saya. Yang jelas peristiwa tersebut membuat batin saya sangat terluka. Membuat saya kehilangan 'pegangan', jika selama ini kalau kakak nakal saya bisa lari ke mama, tapi semenjak adik saya lahir dan semenjak peristiwa tersebut tidak lagi. Mama bukan lagi dewa penolong.

Sebenarnya mama saya orangnya baik, jarang banget memukul, bahkan peristiwa pemukulan diri saya hanya 1 itu yang saya ingat, saya tidak tahu apakah sebelum dan setelah kejadian itu saya pernah dipukul. Yang saya ingat hanya 1 peristiwa itu. Saya sendiri bukan termasuk anak yang nakal, bahkan cenderung 'lemah' sehingga gampang digarai / diusilin, termasuk cengeng juga. Selisih umur saya dengan kakak hampir dua tahun, sedang dengan adik 4 tahun lebih. Jadi selama belum punya adik, sudah menjadi kebiasaan jika kakak mengganggu, saya lari ke mama, tapi dalam sekejab mata, setelah adik saya lahir, mama jadi berbeda...

Saya tidak ingat apakah setelah peristiwa tersebut saya berubah drastis, menjadi pendiam, pemalu, atau seperti apa, percuma juga saya mendramatisir masalah. Yang saya ingat ketika TK di sekolah saat istirahat teman-teman bermain dengan riang gembira. Sedang saya? Hanya duduk diam termenung sendirian. Waktu itu ada kakak SD yang masuk ke ruang bermain, ada yang mengomentari eh anak itu lho lucu, yang lain berkata lucuan ini lho, sambil memegang pipi saya. Apakah saat itu saya lucu? Entahlah, kalau di foto-foto saat itu terutama pas foto untuk raport hi fotonya serem, saya lagi cemberut berat. :$

Di kelas 1 SD ada teman yang usil, tahu-tahu dari belakang rambut saya dijambak. Ada anak lain lagi yang iseng main gunting, klik lengan baju saya digunting. Apa reaksi saya? Diam, tidak bereaksi. Kelewatan khan diamnya? Paling di rumah saya mengadu, kemudian mama menjahit baju saya yang digunting teman saya tersebut.

Masa TK, SD, SMP, SMA saya terkenal sebagai orang yang pendiam, bahkan kelewat diam. Sampai-sampai teman sebangku saya mencari teman lain untuk diajak ngobrol. Habis ngobrol dengan saya apa menariknya. :(

Efek yang paling mendalam dari peristiwa pemukulan saat saya meminta pertolongan tersebut adalah saya kehilangan kepercayaan pada orang lain, jika menghadapi masalah, seberat apa pun itu, saya lebih suka menangis sendirian, secara diam-diam, memilih menyimpan rahasia tersebut rapat-rapat. Hal ini mungkin karena dalam kejadian masa lalu tersebut saya dipukul waktu minta bantuan, jadinya trauma deh. Semenjak itu kalau ada masalah, mendingan jangan lari ke mama, mungkin itu yang tertanam di benak saya. Jadi meskipun dari luar hubungan kami terlihat baik-baik saja, tapi mama tidak banyak mengetahui rahasia-rahasia batin saya.

Oh ya sebenarnya ingatan saya pada peristiwa pemukulan itu tidak serta-merta terjadi. Selama bertahun-tahun saya hidup seperti itu tanpa tahu apa yang salah pada diri saya, kenapa saya begitu pendiam, tidak bisa bergaul, pemalu, dsb. Sampai suatu ketika ketika saya berkunjung ke rumah teman yang masih berbau saudara sepupu juga (jadi papa mama teman saya kenal baik dengan papa mama saya). Mama teman saya iseng bertanya, kamu pasti enggak pernah dipukul mama ya? Eh saya langsung menjawab dengan suara keras, suara yang masih penuh rasa sakit hati dan kemarahan yang terpendam selama bertahun-tahun. Pernah! kata saya. Terus sambil menangis saya ceritakan peristiwa tersebut. Pertanyaan tersebut membuka luka batin saya yang tersimpan rapi terbuka. Meskipun sudah lama tersimpan, ketika dibuka masih menimbulkan rasa sakit yang mendalam.

Ketika saya liburan kenaikan kelas di SMA, kakak saya yang sudah mahasiswa dan kost di kota lain memberitahu ada camping rohani untuk anak SMP - SMA. Karena kakak saya mahasiswa dan waktu liburnya berbeda, dia berencana ikut Camping Rohani untuk Mahasiswa. Daripada nganggur di rumah, saya disuruh mendaftar Camping Rohani tersebut. Waktunya 1 minggu. Itu saat pertama saya pergi meninggalkan rumah sendiri dalam waktu cukup lama. Kalau orang lain mungkin sudah cerita ke sahabat-sahabat karib mengajak ikut camping rame-rame. Tapi karena saya tidak gaul, ya sudah saya pergi sendiri, diantar mama.

Sesampai di sana ternyata yang ikut camping rohani ratusan orang dari berbagai kota. Kebetulan yang sudah datang rombongan dari Jakarta dan saya ditempatkan satu kamar dengan mereka (1 kamar berisi 5 orang). Di tempat yang asing dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenal, adanya renungan, penyembuhan luka batin, dsb membuat hati dan pikiran saya sedikit demi sedikit mulai terbuka. Di sana saya belajar mengampuni dan sedikit berubah.

Selepas SMA, saya sengaja mengikuti jejak kakak, kost di kota lain. Tapi karena beda universitas maka kami tidak satu kost. Lingkungan yang baru ini pun sedikit demi sedikit dapat mengubah saya. Saya tidak lagi sependiam dulu, mulai sedikit terbuka.

Oke berikut tips bagi orang yang menghadapi masalah seperti saya. Bagi yang merasa pemalu, tidak bisa bergaul, dsb:
1. Mungkin hal ini terbentuk dari karakter dasar kepribadian kita, tapi diperparah oleh suatu peristiwa tertentu. Terlebih pada orang melankolis yang suka mengingat-ingat peristiwa yang 'negatif', peristiwa yang tidak enak. Jadi cobalah bersikap lebih rileks, jangan memandang hidup dari sisi negatif saja. Misal ada air berisi setengah. Orang yang optimis akan berkata untung airnya masih ada setengah. Sedangkan orang yang pesimis berkata ya ampun mana cukup airnya tinggal setengah. Lihat khan perbedaannya?

2. Coba ingat-ingat sejak kapan Anda menjadi seperti itu. Kalau pada diri saya peristiwa dimulai dari kecil (4 tahun lebih), jadi mungkin kalau ditanya kenapa saya pendiam, pemalu, mama saya bilang enggak tahu dari dulu seperti itu kok. Bagi mama peristiwa itu sepele banget tapi ternyata tidak bagi saya waktu kecil. Nah hal ini pasti berbeda pada setiap orang. Tujuan kita mencari tahu bukan untuk balas dendam melainkan untuk belajar memaafkan. Selama masih ada dendam di hati, sulit bagi kita untuk berubah.

3. Cobalah untuk mengerti kenapa sampai peristiwa tersebut terjadi. Coba lihat dari sudut pandang orang yang memarahi Anda. Kalau dalam peristiwa saya, saat itu mama lagi kesal karena adik yang sudah hampir tidur jadi terbangun. Sekarang saat saya sudah memiliki anak, mungkin saya beberapa kali melakukan kesalahan serupa (tapi tidak sama) tanpa saya sadari. Ayo buka pintu maafmu.

4. Bila emosi itu masih tersisa dan sangat sulit untuk memaafkannya, coba berdoalah minta bantuan Tuhan. Minta tolong Tuhan membukaan pintu maaf itu, memaafkan kesalahan kita dan kesalahan orang yang melukai batin kita tersebut, orang lain yang menonton dan menertawakan peristiwa tersebut. Proses ini memang tidak mudah, tapi penting. Ayo apakah Anda ingin sungguh-sungguh berubah atau ingin terus hidup di balik bayang-bayang masa lalu?

5. Sekarang bayangkan luka batin Anda pelan tapi pasti mulai menutup. Rasakan sakitnya tidak begitu terasa lagi. Bayangkan lengan-lengan orang terbuka, mereka semua mau menjadi temanmu. Selama ini kita yang menutup diri. Ingat-ingat lagi betapa seringnya kita menolak kalau diajak ke pesta, kalau diajak pergi bareng, dsb. Ditolak sekali-dua kali, lama-lama yang ngajak juga bosen khan? Jangan bilang mereka tidak peduli lagi, siapa tuh yang menolak waktu diajak? Ayo bangkitlah.

6. Lihat diri Anda di kaca. Apa sih kekurangan Anda sampai begitu pemalu, begitu tidak percaya diri? Setiap orang punya kekurangan. Ada jerawat di wajah bukan berarti tidak bisa punya teman atau menjadi terkenal. Coba lihat tuh wajah bintang film atau foto model pun ada yang jerawatan. Merasa diri pendek? Aduh orang nyari teman enggak dari tinggi badan. Kalau kita pendek terus enggak bisa jadi peragawati, pramugari, pilot, tentara, ya sadar diri deh cari profesi lainnya. Ingat cerita gelas yang berisi separuh tadi!

7. Coba bergaul dengan lingkungan baru. Eit ini tidak berarti Anda harus meninggalkan rumah lho. Ntar saya dimarahin orang tua yang protes karena anaknya minta kost semua :# :r .Maksudnya coba berteman dengan orang yang baru Anda kenal. Sekarang tehnologi khan sudah maju, lewat YM, chatting, dsb juga bisa kok. Apalagi kalau di internet khan kita bisa menyamarkan identitas. Intinya bangun rasa percaya diri Anda terlebih dahulu.

8. Membaca buku kepribadian seperti buku Personality Plus karangan Florence Littauer juga banyak membantu lho. Kita jadi tahu tidak semua orang seperti kita. Kalau orang Sanguinis ngomong yang enggak bener tentang kamu jangan dimasukin hati tuh, dia memang seperti itu sifatnya. Ngomongnya cenderung agak berlebihan tapi dia enggak bermaksud jahat karena memang sifatnya easy going, kita aja yang terlalu perasa. Kalau pingin tahu sedikit tentang kepribadian ini bisa dibaca pada artikel Lebih Memahami Anak / Pasangan Hidup dengan Mengenali Tipe Kepribadian.

9. Berpikirlah positif. Lupakan masa lalu yang tidak menyenangkan. Mulailah membuka lembaran hidup yang baru. Isi lembaran yang masih kosong itu dengan hal-hal yang positif. Hapus luka batin Anda. Ayo berdir tegak, tersenyumlah. Anda pasti bisa!

Selamat mencoba, semoga sukses! Oh ya, hal ini tidak semudah membalik telapak tangan ya, butuh proses panjang. Bayangkan berapa tahun Anda sudah menjadi seperti itu. Mencari pokok permasalahan saja butuh waktu. Yah yang penting sekarang pikiran Anda mulai terbuka dan mau berubah. Jangan lupa berdoa minta bantuan Tuhan.


Reblog this post [with Zemanta]

Related Posts by Categories



32 comments:

Anonymous said...

sangat membantu

Anonymous said...

Sangat membantu, sebenarnya saya mulai timbul rasa seperti yang anda terangkan tadi semenjak saya SD. Pada waktu itu saya dibohongi oleh teman sekelas saya. Semenjak saat itu saya menjadi orang yang tidak mudah percaya kepada orang lain. Disisi lain, ayah saya kurang mengajak saya berkomunikasi aktif. Sehingga saya tertular dengan beliau

Yach....semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan pahala melimpah kepada Anda karena tulisan anda sangat membantu saya dalam berbagi keluh kesah...trim's mbak Yusi....

Yusi said...

Salam kenal juga. Semoga Anda lebih percaya diri :)dan sukses.

Ridho Arios said...

Thx saran nya Omm....
smga bsa sya laksanakan....
thx

Ridho Arios said...

sory y ka...
q pkir yg punya artike tadi cowo...
rpanya cwe....
heheheh

Anonymous said...

mbak anakku 4 tahun juga pemalu dan pendiam kalu di sekolah, dia juga baru saja punya adik, apa ya yang harus saya lakukan untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya n membuatnya menjadi anak yang pemberani dan mudah bergaul??? saya suka sedih kalau melihat dia diam saja saat bersama teman2nya :(

Yusi said...

Hai...
Anak Anda berusia 4 tahun, baru punya adik. Coba Anda ingat-ingat semenjak kapan sikap anak Anda berubah. Peristiwa apa yang membuatnya berubah menjadi pemalu dan pendiam?

Apakah sejak kelahiran adiknya perhatian orang-orang di sekitarnya menjadi berkurang? Apakah pernah ada komentar yang bernada membanding-bandingkan dia dengan adiknya?

Saat kelahiran anak kedua saya, seringkali tamu yang datang berkomentar. Contohnya wah adiknya lebih ganteng ya...
Mendengar komentar tsb air muka anak pertama saya langsung berubah. Karena sering mendengar komentar negatif semacam itu, timbul iri hati pada adiknya.

Reaksi masing-masing anak berbeda, ada yang berontak, melampiaskan kekesalan dan kekecewaan hati pada anak lain, ada yang menarik diri, menjadi pemalu dan pendiam, dsb.

Coba Anda selidiki akar peristiwanya. Ajak dia bicara. Perlakukan dia dengan adil. Katakan bahwa Anda menyanyanginya, tidak peduli sekarang ada adik, Anda tetap sayang padanya. Beri dia perhatian, libatkan dia dalam urusan sepele tapi yang dapat membuatnya mendapat pujian. Misalnya Kak, tolong mama ya, ambilkan popok untuk adik. Setelah dia membantu, ucapkan terima kasih dan beri dia pujian/pelukan.

Semoga tips sederhana ini bisa membantu. Good luck!

Anonymous said...

yup, harus nyari akar permasalahannya ya mbak, thanks alot ya mbak....., tulisan mbak membuat saya sadar untuk lebih adil ke kakak, skali lagi terimakasih banyak

synng dya said...

mbak....kalo kejadian saya ini anehnya luar biasa....semenjak saya SD saya selalu berisik di kelas banyak teman sekolah dan di rumah juga saya punya teman banyak sekali...hingga smp kelas 1 saya lebih berisik alias bisa di bilang rusuh. nah, lalu smp kelas 2 saya pindah sekolah ke smp negeri terbaik di bekasi akhirnya saya sekolah di sana dengan kawan-kawan baru awalnya saya rusuh sekali tetapi mereka mulai meninggalkan saya karena kata mereka sikap saya aneh dan nyolot gitu. mereka mulai mengucilkan saya dan menjahili saya lalu mereka menyakiti perasaan saya saat mereka mengasingkan saya. bahkan saya tidak punya teman lagi waktu itu. saya hanya bisa menangis waktu itu. dan selanjutnya saya sekarang SMA kelas 1 saya tiba-tiba jadi orang pendiam dan pemalu. bener kata mbak saya jadi takut kalau berteman nanti mereka menyakiti saya tapi saya bingung saya harus melakukan apa ?

misSAD said...

hmm.. 2 jempol untk anda k'yusi!
tulisan anda begitu ringan, mdah sy fhami dan sgt mengena.
ksh anda hmpr sma persis dgn msa lalu sya.
dmna sjak msuk SD hingga SMA sy trmsuk org yg sulit bergaul,dn hanya mmiliki sgelintir teman.
hanya sj sy tdk pendiam,ya..biasa biasa sja.

tp entah mgapa sy srg disakiti dan dikucilkan oleh tman2 sy,pdhal dlm sgi fisik sy normal.sdg dlm sgi kcerdasan sy tgolong anak yang lmyan pintar(selalu msuk 10 bsar).
krn sedih bkepanjangan yg sy alami,smpt mbuat sy mrasa depresi berat.
tp dgn mbaca artikel anda,mulai sdkt meringankn beban yg sy derita..

sukses selalu untuk kak yussi..:)

Anonymous said...

Terima kasih. :)

Anonymous said...

saya menjadi pemalu saat sekitar umur 4 atau 5 tahun. Semenjak saya dititipkan dikampung dengan nenek saya. saya masih ingat rasanya di tinggalkan dan itu masih terasa. saat bersama ortu saya merasa no 1 tapi saat dikampung saya harus belajar berbagi, saya jadi sering di perintah dan saya jadi anak yang terlalu patuh sampai sekarang. saya merasa kesulitan bergaul karena y saya terlalu patuh tapi dalam hati saya benci hal ini.....
sepertinya agak sulit dihilangkan rasabenci ini apalagi ayah saya juga orang yang suka memerintah, bahkan sekolahpun dia yang ngatur
kira2bagaimana caranya agar saya dpt bersemangat menjalani hidup dan lebih percaya diri???

Yusi Setiawati said...

Bagi yang membaca artikel ini dan membutuhkan bantuan ahlinya, saya sarankan Anda membaca artikel-artikel di http://www.ariesandi.com/. Anda bisa membaca artikelnya, mendengarkan audionya, melihat video, dsb. Kalau mau Anda bisa mengikuti camp atau workshop juga.

Ayo semangat, raih kebahagiaan Anda. Ampuni orang-orang yang telah menyakiti hati Anda. Pikirkan sesuatu yang positif tentang diri Anda dan masa depan Anda. Bersyukurlah atas karunia yang telah diberikan Tuhan. Berdoalah agar Tuhan senantiasa menyertai dan membimbing langkah hidup kita.

Annisa Farah Delia said...

sebenarnya,kitaa sama persis kak..
Aku tuh orangnya pemalu,pendiam banget di sekolah.aku juga nggak punta teman sama sekali di kelas.aku punya sahabat.namanya,ku samarkan aja ya jadi Lia.Cuma Lia satu-satunya yang bisa bikin aku ketawa,senyum,dan,kalau lagi sama dia,aku cerewet banget.ada juga temanku yang sama seperti aku,namanya ku samarkan jadi Ara aja ya.Ara itu orangnya sama pendiamnya dengan aku kak.tapi dia punya banyak teman,dan gak pemalu.aku sebel dengan diriku sendiri kak,knpa ya,diriku sulit banget bergaul?sampai,bapakku juga sedih melihat aku di sekolalah.

Yusi Setiawati said...

Hai Annisa Farah Delia...
Seringkali tanpa kita sadari ada kejadian di masa lalu yang membuat kita menjadi orang yang tertutup dan menarik diri dalam pergaulan. Bersyukurlah Annisa bisa mendapat sahabat yang bisa membuat Anda ketawa, tersenyum, dan terbuka.
Dulu saya juga begitu, hanya punya 1 sahabat dalam 1 masa. Akibatnya saat sahabat saya enggak masuk, saya jadi orang yang terasing.
Sejak saya ikut Camping Rohani dimana pesertanya tidak ada yang saya kenal, saya belajar bergaul dengan banyak orang.
Coba deh saat liburan Annisa ikut kegiatan positif yang bisa membuat Annisa keluar dari kukungan ini. Pilih kegiatan yang bisa membuat Anda termotivasi, melepaskan diri dari mental blok, atau yang bisa mengobati luka batin.
Selamat berjuang. Annisa pasti bisa sukses...

Anonymous said...

saya punya suami susah banget untuk bergaul dengan tetangga, kami baru 2th tinggal di sini,jangankan bergaul ngobrol keluar jalan2 sapa tetanggapun tak pernah saya malu banyak yg ngomongin keluarga saya mereka pikir kami sombong apakah anda punya solusi//?

Yusi Setiawati said...

Bagaimana kalau Anda yang membantu bersosialisasi dengan tetangga? Dengan demikian keluarga Anda tidak jadi bahan omongan. Anda bisa minta maaf dengan tetangga dengan mengatakan maaf suami saya pemalu / pendiam.
Semoga sukses ya...

Annisa Farah Delia said...

Tapi kak,sebenarnya yang jadi pokok permasalahannya itu,kalau sama sahabat,ibu,ayah atau saudara,pasti,aku tuh ngoceh terus kak.giliran sama orang lain,aku diam banget.

Kak boleh tau,gimana caranya,kakak jadi mudah bergaul waktu kakak camping?

Yusi Setiawati said...

Hai Annisa,
Waktu camping itu saya dihadapkan pada situasi dimana tidak ada orang yang saya kenal. Di sana saya ditempatkan dengan 4 anak lain dalam 1 kamar. Untunglah mereka baik dan ramah. Sikap mereka itu membuat saya merasa diterima.
Saat saya datang, peserta camping masih banyak yang belum tiba. Baru kelompok Jakarta dan perorangan. Teman dari Jakarta juga ramah-ramah. Waktu diajak kenalan, saya sampai kesulitan menghafalkan nama mereka saking banyaknya teman baru :).

Acara di camping juga mendukung kami saling berinteraksi, bernyanyi bersama sambil bergandengan tangan. Selain itu ada sesi penyembuhan luka batin. Rasanya hati ini jadi damai. Luka lama tersembuhkan. Saya jadi bisa memaafkan peristiwa lama yang menyakitkan hati. Otomatis setelah itu cara pandang saya juga berubah, saya menjadi manusia baru yang lebih baik, lebih dekat dengan Tuhan. Pelan tapi pasti pribadi saya juga berubah, mulai bisa bergaul, lebih terbuka.

Annisa Farah Delia, jangan lupa berdoa minta pertolongan Tuhan. Semoga sukses ya...

Mikhaela said...

Kak, kalo kasus aku gini..
Waktu aku tk sampai sd aku termasuk orang yang punya banyak temen. Apalagi kelas kami hanya satu, jadi akrab banget..
Lalu pas smp, aku pindah ke sekolah baru yang ga ada seorangpun aku kenal.. apalagi aku termasuk golongan minoritas, secara mayoritas di sana etnis chinese.. jadi aku gagal beradaptasi dan hanya punya beberapa teman, ditambah aku susah gaul dengan lawan jenis. gimana ya kak supaya gak susah gaul di lingkungan baru? Apalagi sebentar lagi aku masuk perguruan tinggi..

Yusi Setiawati said...

Hai Mikhaela,
Coba tatap cermin. Pasang tampangmu yang paling jutek. Muka cemberut, tatapan mata dingin / sinis. Coba potret dirimu sendiri. Bagaimana kelihatannya? Seandainya ada orang yang ingin berkenalan denganmu, berapa persen kemungkinan dia akan menyapamu?

Sekarang ubah air mukamu. Tersenyumlah, berair muka manis. Bersikaplah seolah-olah Anda sedang ingin mengundang orang-orang agar mau mendekat dan berkenalan denganmu. Coba potret / foto dirimu lagi. Bandingkan hasilnya dengan foto pertama. Bagaimana kelihatannya?

Apakah Anda sudah bisa melihat bagaimana sikap dan air muka kita berpengaruh besar pada saat kita ingin berteman? Kalau Anda ingin menjalin pertemanan, bersikaplah ramah, berair muka manis sehingga orang tidak segan menyapa Anda.

Coba bereksperimen saat Anda berada di lingkungan asing / tempat umum. Saat Anda melihat orang yang kelihatannya ramah, cobalah tersenyum. Lihat respon yang ditimbulkan lingkungan barumu.

Tak ada masalah meski kita berada di lingkungan minoritas kalau kita bisa membawa diri dengan baik. Dalam percakapan, jangan menyinggung topik yang sensitif yang berbau SARA.

Cobalah banyak membaca buku kepribadian sehingga Anda tahu setiap orang unik dan bagaimana bersikap bila menghadapi orang dengan tipe berbeda.

Ayo semangat Mikhaela. Saat liburan ini coba isi dengan kegiatan yang bermanfaat, yang bisa mengembangkan kepribadianmu. Berdoalah pada Tuhan agar senantiasa membimbing. Percayalah Anda bisa berhasil. Salam sukses ya...

Annisa Farah Delia said...

Kak,boleh nggak minta nomor telepon kakak,biar curhatnyablebih enak..

Yusi Setiawati said...

No hp saya 08123213971 tapi kayaknya lebih enak lewat email ya bisa lebih panjang nulisnya :) email saya yusisetiawati@gmail.com

Anonymous said...

Thanks buat tipsnya,cuman mbak saya mau tanya lagi tolong dijawab ya mbak.. (penting)
saya orang pendiam betul, saya anak SMA, tpi kalau teman sudah mulai banyak walaupun proses saya punya teman banyak itu lama,dan karena keadaan ekonomi jadi saya pindah disekolah,dan saya menemukan lingkungan yang sangat jauh berbeda dari sbelumnya, jdi saya gak tahu bagaimana cara bergaul,sampai-sampai saya pernah di tegur salah satu teman yg kalo saya itu kurang bicara dan sya dinasehatinya kemudian saya lakukan apa yg disarankan anak tersebut tpi hasilnya tetap nol,tolong mbak kasih tips buat cerita saya ini, tpi saya ini laki2 mbak walaupun mbak perempuan semoga saja mbak bisa bantu atau gak mbak tanyakan saya laki2 yang mudah bergaul.

Anonymous said...

Trims Tulisan anda sangat bermanfaat. Bahkan pengalaman saya lebih dari itu, sampai saat ini saya masih tergelut dengan hal itu. Terkadang orang lain muak mendengar keluh kesah itu. Terlepas apakah saya bisa menuntaskan masalah kepribadian ini atau tidak, saya merasa mendapat pencerahan dan kenyamanan dalam mem baca tulisan ini. Semoga saya. amin

Anonymous said...

kasian amat kamu... dipukukin mama.. tpi ;( lebih kasian gw....
lebih parah dari kamu...

Anonymous said...

sangat membantu banget kak , mkasih kak atas motivasi nya :)

Anonymous said...

Mkch atas tipsnya kak...
Saya ini juga termasuk orang yang pendiam dan kurang percaya diri. Entah sejak kapan saya begini. Yang jelas sejak kecil saya selalu minder. Saya merasa orag terbodoh. Padahalteman" saya bilang kalau saya ini pintar. Tapi saya tetap merasa bhwa saya ini kurang pintar. Saya ini orangnya perasa tidak bisa di bentak, cenderung penakut. Tapi saya jga takut kalu orang lain tau kalau saya ini penakut. Saya selalu minder d depan orag. Yamgkin karna itu saya cemderung menarik diri dari situasi yang d luar zona aman saya.
Dulu ketika saya masih sd saya sering d buly teman" saya karena penampilan tingkah laku dan keluargasaya. Saya merasa jika setiap orang yang menatap saya pasti menggunjing saya yang enggak"...
Ktika sma saya mencoba untuk lebih berani. Tapi pada kenyataannya saya merasa bhwa saya ini cma sok berani. Saya merasa berani itu bkan diri saya. Tapi saya jg ingin mejadi berani..
Saya harus bagaimana ya kak...
Mhon nasehatnya....

Yusi Setiawati said...

Bagi pembaca artikel ini yang masih membutuhkan nasehat, saya mohon maaf tidak bisa banyak membantu karena saya bukan pakarnya. Saya sekedar menulis berdasarkan pengalaman pribadi.
Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih lanjut bagaimana cara memperbaiki diri,coba buka http://www.ariesandi.com/ dan http://irmarahayu.com/emotional-healing-therapy/
Semoga Anda bisa mencapai apa yang Anda inginkan dalam hidup ini. Jangan lupa selalu berdoa agar Tuhan menuntun langkah hidup kita

HERBALPASUTRI said...

Bagus sekali tipsnya gan
Untuk agan2 yg mau usaha sampingan bisa full online/ofline,dapat fasilitas 2 toko online,5 landingpage,traning online 24jam, web replika auto sms,asisten virtual bekerja otomatis 24jam,jd tdak perlu repot2 buat toko online tinggal promosi aja
Yg minat klik disini
www.klik1x.com/netcom
www.pilihankeluarga.com

Anonymous said...

Saya pertama mengalami seperti ini sejak umur 5th, kebawa sampe skarang kls 3 smk dengan adanya kekangan org tua + bully dari teman2 saya membuat saya menjadi org yg merasa rendah diri, minder, dan tertutup.. Adakah yg bisa mengatasi masalah saya

Anonymous said...

Aku di bully di bilang banci nyesek banget

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online