Wednesday, 15 October 2008

Tips Menghadapi Anak Kolik

Memiliki anak yang menderita kolik membuat orang tua merasa stress, apalagi kalau tingkat koliknya berat. Kayaknya enggak banyak ya yang menghadapi masalah ini. Tapi menurut penelitian 1 dari 5 bayi pernah pengalami kolik. Definisi kolik sendiri adalah bayi menangis berkepanjangan, 3 jam sehari selama lebih dari 3 hari per minggu. Umumnya dimulai pada usia 3 minggu dan berakhir pada usia 3 bulan. Tangisannya menjerit / melengking dan susah dihibur. Kondisi terparah terjadi pada sore dan malam hari. Saat menangis bayi tersebut seperti kesakitan, perutnya membesar karena kembung, mukanya memerah, kakinya ditarik atau diluruskan. Setelah bersendawa atau kentut kelihatan sedikit lega.


Penyebab kolik tidak diketahui secara jelas, ada ahli yang berpendapat karena intoleransi laktosa, sensitif terhadap protein susu sapi. Bila bayi minum asi juga tidak menutup kemungkinan kena kolik, yang mungkin disebabkan oleh kepekaan atas makanan yang dimakan oleh ibunya. Ada juga dokter yang mengatakan kalau bayi kolik karena kontraksi usus yang sangat menyakitkan. Pendapat lain karena bayi menelan udara terlalu banyak waktu minum susu, karena itu sehabis munum susu bayi perlu digendong posisi tegak, ditepuk-tepuk sampai bersendawa. Ada juga yang berpendapat bayi mengalami kolik karena memiliki kepekaan aneh terhadap stimulasi. Pendapat lainnya lagi kolik berhubungan dengan ketidakmampuan sistem pencernaan bayi dalam menguraikan makanannya.

Anak saya Steven, mulai menderita kolik pada usia tepat 3 minggu, siang itu dia tiba-tiba menangis tanpa diketahui sebabnya, tangisannya lain dari biasanya. Menjerit-jerit, melengking, sambil kakinya diluruskan / ditarik, tangannya menggenggam, mukanya merah padam, kalau dipegang perutnya terasa kencang. Sebagai ibu baru, tentu saja saat itu saya merasa panik dan kebingungan. Untung ada mama saya di rumah, tapi karena sebelumnya mama tidak pernah menghadapi bayi kolik, bingung juga tidak tahu kenapa Steven tahu-tahu menangis seperti itu.

Malamnya Steven kami bawa ke dokter dan kata dokter Steven kena kolik. Dia bakal sembuh saat usianya menjelang 3 bulan. Sabar saja katanya. Steven diberi obat tapi obat tersebut tidak banyak membantu. Pada Steven, salah satu penyebab kolik ini karena alergi susu sapi, tapi pemberian asi juga tidak menolong, jadi serba salah deh. Karena tiap hari menderita kolik dan menangis berjam-jam, perutnya membesar dan lama kelamaan pusarnya terdorong keluar (bodong). Untuk mengatasi pusar yang menonjol keluar ini, kami menempelkan uang logam yang dibungkus kain kasa kemudian ditempel ke pusarnya dengan menggunakan plester. Katanya sih ada alatnya seperti gesper yang ada koinnya tapi karena waktu itu enggak nemu, jadinya mbuat sendiri.

Saat Steven menangis karena kolik, seingat saya sulit sekali untuk menenangkannya. Dia cenderung suka digendong posisi tegak, kaki agak ditekuk ke arah perut. Kalau papanya sukanya mengendong dengan posisi tegak terus pantat Steven dipegangi (membuat dudukan katanya), jadi kakinya agak menekuk, menempel ke perutnya. Cara menggendong yang sangat aneh memang, orang-orang sampai menegur, aduh bayi masih kecil kok digendong seperti itu. Tapi kalau posisinya pas dan dia sudah merasa nyaman, baru deh tangisannya mereda. Untuk menenangkan tangisannya kami menggendong sambil jalan mondar-mandir sambil ngoceh-ngoceh / bersenandung / bicara kata-kata yang menenangkan. Wah pokoknya butuh perjuangan yang keras deh. Bayangkan hal itu terjadi beberapa kali sehari, setiap hari, terutama di malam hari, selama 2 bulan.

Nah bagi yang mengalami problem serupa, punya bayi kolik, berikut sedikit tips-nya:
a. Memang memiliki bayi yang rewel karena kolik seringkali membuat orang tua stress, hiburlah diri Anda. Kolik memang sulit diobati tapi kolik bisa sembuh sendiri begitu bayi Anda menginjak usia 3 bulan (Steven sembuh pada usia 3 bulan kurang 1 minggu). Ya setiap hari hitung mundur aja misalnya kurang 60 hari lagi, 59 hari lagi, dst sampai penderitaan Anda berakhir.

b. Karena jam tidur Anda pasti terganggu, sewalah jasa pengasuh bayi atau minta bantuan orang tua untuk mengurangi beban stress Anda. Selagi ada waktu dan saat bayi Anda tidak rewel atau saat dia tidur cepat ikutlah tidur juga. Hitung-hitung menabung tidur karena malamnya Anda perlu gantian bergadang sambil jalan mondar-mandir menggendong bayi. Kalau Anda enggak kuat dan ambruk wah bisa tambah kacau khan.

c. Saat bayi Anda terjaga dan saat dia tidak rewel (saat koliknya belum datang), usahakan menciptakan kedekatan, lihatlah dia, sebenarnya dia bayi yang lucu khan. Ingatlah dia juga enggak kepingin menderita kolik, dia juga tersiksa, nah karena masih bayi apalagi yang bisa dia lakukan selain menangis? Jangan benci dia atau mencapnya sebagai bayi yang rewel, menyusahkan, dsb. Usahakan mencintainya dengan sungguh-sungguh, menjadi orang tua yang siap mendampingi baik di saat suka maupun duka.

d. Bila dia minum asi, sebagai ibunya Anda jangan minum susu sapi dulu, jangan juga makan-makanan yang bisa menimbulkan gas seperti kubis, brokoli. Hindari pula makanan kecut, pedas, coklat, kopi, dan alkohol. Yup Anda harus berkorban dulu, sabar penderitaan ini cuman 2 bulan lebih kok. Memang enggak mudah, tapi badai kolik pasti berlalu, jadi bersabarlah.

e. Kalau dia minum susu formula dan alergi, coba gantilah susunya dengan yang rendah laktosa atau yang hypoarlergenic (HA). Mungkin tidak bisa membantu menyembuhkan koliknya tapi mencegah alerginya bertambah parah. Karena Steven meski koliknya sembuh waktu dia umur 3 bulan kurang 1 minggu, namun alergi susunya baik susu sapi maupun susu kedelai, masih berlanjut sampai dia hampir 1 tahun.

f. Bayi yang kolik sering ingin minum terus, sebaiknya kurangi volumenya tapi berikan lebih sering. Setiap kali selesai minum susu, gendong dia dengan posisi berdiri sandarkan dia di dada Anda, satu tangan Anda menyangga pantatnya, tangan yang lain menggendong sambil menepuk-tepuk punggungnya agar dia bersendawa. Bila bayi Anda sudah minum terlalu banyak, mungkin empeng dapat membantu.

g. Saat serangan kolik mulai datang, tarik nafas panjang, tenangkan diri Anda dulu. Kemudian dengan penuh cinta kasih gendong anak Anda untuk meringankan beban sakitnya. Atur posisi gendongan Anda agar dia merasa nyaman, kemudian berusahalah menidurkannya. Jalan mondar-mandir sambil menepuk-nepuknya dan bersenandung biasanya bisa membantu.

h. Saat bayi Anda menangis lebih dari biasanya atau saat ada gejala-gejala lain misalkan panas, muntah, batuk, pilek, diare berkepanjangan, kunjungi dokter anak Anda.

Itu sedikit tips dari saya, seorang ibu yang pernah bergadang, tidur sambil duduk mengendong bayi yang menderita kolik. Saat ini saya sudah bisa tersenyum kecut kalau mengingat masa-masa itu. Nah bagi Anda yang menghadapi problem serupa jangan stress ya. Tetap semangat!

Related Posts by Categories



7 comments:

Noviyanti Lestari said...

Mau nanya mba..dulu steven dikasi obat apa ama dsa nya wkt kolik?trus obatnya itu apa d minumkan sampai habis?
Anak sy umur 2,5 bln jg terserang kolik, sbenernya takut jg mau d minumin obat2an.tp udh 5 hr ini setelah d beri obat agak tenang.. Mohon saran dan sharingnya ya mba..terimakasih

Noviyanti Lestari said...

Mau nanya mba..dulu steven dikasi obat apa ama dsa nya wkt kolik?trus obatnya itu apa d minumkan sampai habis?
Anak sy umur 2,5 bln jg terserang kolik, sbenernya takut jg mau d minumin obat2an.tp udh 5 hr ini setelah d beri obat agak tenang.. Mohon saran dan sharingnya ya mba..terimakasih

Yusi Setiawati said...

Tentang obat yang diberikan dokter, terus terang saya sudah lupa karena itu sudah 11 tahun yang lalu. Yang jelas obatnya enggak bisa mengobati kolik tersebut. Kolik Steven sembuh dengan sendirinya saat menjelang 3 bulan, persis seperti yang dikatakan dokternya.
Berhubung anak Anda sudah berusia 2,5 bulan, saran saya sabar aja, penderitaan Anda akan segera berakhir kok :) .
Ini tadi saya seraching di google, tips dari Urban Mama ini bisa dicoba: http://theurbanmama.com/articles/mimpi-buruk-bernama-kolik.html
Semoga berhasil ya. Jangan lupa berdoa agar Anda bisa melewati masa sulit tersebut dengan baik. Salam sukses.

Noviyanti Lestari said...

Baik mba, makasi banyak sharingnya, sangat membantu sekali.
Terus terang sy sangat bingung, takut dan khawatir saat serangan kolik datang. Tapi setelah membaca artikel dari mba Yusi sy jd bs lebih tenang menghadapi serangan kolik ini.

decha putri said...

Mba yusi. Anakku juga terkena kolik. Sudah dibawa kedokter dan diberikan obat. Usianya saat ini baru 28 hari. Dan baru kemarin mengalami kolik (baru 1 hari). Menurut pengalaman mba apakah tangisan itu terjadi tiap hari? Atau apakah hanya pada waktu2 tertentu?

Yusi Setiawati said...

Hai Decha Putri...
Harap ekstra sabar ya dalam menghadapi anak kolik. Kalau Anda memberi Asi coba search di internet makanan apa aja yang sebaiknya dihindari, kayaknya hindari makanan yang bisa membuat perut kembung.
Kalau bayi minum susu formula, ada kemungkinan penyebabnya bayi alergi. Coba konsultasikan ke dokter penggantian susu hipoalergenik.
Mengenai apakah tangisan terjadi tiap hari, saya rasa berbeda pada tiap bayi tergantung tingkat keparahannya. Pada kasus Steven kayaknya jeritan kolik itu bukan hanya pada malam hari, tapi ada waktu-waktu saat dia tenang, menjadi bayi pintar. Seiring bertambahnya umur, koliknya semakin mereda dan beneran menghilang saat menjelang usia 3 bulan.
Semoga Tuhan membantu Decha Putri dan bayi Anda mengatasi masalah ini dengan baik.

fikaresitasetiawati said...

mau sharing ni bunda. anak saya juga saat ini menderita kolik. awalnya berlangsung sampai 4 malam berturut2 tiap jam 8 sampai jam 12 malam. kemudian saya periksakan ke dokter, dokter menyarankan kepada saya untuk diet eliminasi makanan karna kemungkinan penyebabnya alergi pada asi dari makanan yg saya makan dan memberikan obat berupa anti alergi dan prebiotik. 2 malam berikutnya agak mereda, bayi saya sudah tidak menangis lagi dan bisa tidur dengan nyenyak. tapi setelah itu malam berikutnya dia mulai menangis lagi. ini sebenarnya membuat saya menjadi miris hati bunda. pertama karena tidak tega melihat buah hati menangis seperti kesakitan. kedua, karena tidur malam menjadi berkurang apalagi kegiatan saya saat ini adalah menjalani profesi dokter muda di rumah sakit. hal ini memang sangat menguras energi bunda. ditambah lagi asi saya mulai berkurang karena anak saya lebih memilih minum asip menggunakan botol dot dari pada disusui secara langsung. yah hanya bisa bersabar aja bunda semoga badai cepat berlalu :(

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online