Saturday, 8 November 2008

Menghilangkan Kebiasaan Suka Menjerit Pada Anak

Apakah anak Anda bila marah suka menangis sambil menjerit-jerit? Terutama jika keinginannya tidak dituruti? Anak saya dulu juga pernah seperti itu, hm bikin orang tua tambah kesal aja. Kalau dibiarkan siapa yang tahan mendengarnya, dimarahi eh tambah kencang jeritannya. Dituruti? Wah enak banget, ntar malah jadi kebiasaan dong, bisa jadi senjata dia setiap kali minta sesuatu. Lalu kita harus berbuat apa ya?

Kebetulan sekali waktu itu saya membeli buku kumpulan cerita pendek karya Enid Blyton. Di dalam buku itu kita dapat belajar mengatasi permasalahan anak dengan membacakan cerita. Tapi jangan membacakan cerita saat Anak sedang marah, percuma deh. Sebaiknya kita bacakan cerita saat sedang santai, misalkan menjelang tidur. Nah kebetulan sekali di Buku Monyet Mike ada cerita tentang Sally di Tukang Menjerit. Cerita tentang anak yang suka sekali menjerit-jerit sampai keinginannya dipenuhi. Karena cara itu selalu berhasil, Sally menggunakannya sebagai senjata. Ibunya yang tidak tahan akhirnya mengabulkan permintaannya. Akibatnya makin hari kebiasaan jelek ini makin menjadi-jadi.

Cerita selanjutnya memang agak khayal sih, waktu Sally sedang menjerit-jerit, tiba-tiba datang seorang perempuan tua yang melongokkan kepala melalu jendela. Nenek tersebut berkata bukan main, jeritan Sally hampir-hampir merobohkan rumah. Kemudian nenek tersebut mengajak Sally masuk ke dalam hutan. Di sana ada rumah nenek yang kondisinya hampir ambruk. Sally diminta masuk ke rumah tersebut untuk menjerit-jerit. Katanya sih agar rumahnya cepat ambruk sehingga nenek tua tersebut dapat membangun rumah baru.

Tentu saja Sally marah. Ia menjerit sekuat tenaga sambil menggedor-gedor pintu. Akibatnya atap rumah yang memang sudah rapuh terjatuh. Sally kembali menjerit, kali ini karena ketakutan. Dari luar nenek memberi semangat Sally, ayo menjeritlah lagi, lebih keras lagi, tinggal sedikit lagi rumah itu akan roboh.

Akhirnya Sally berpikir kalau dia menjerit lagi, bisa-bisa rumah itu roboh menimpanya. Lagipula untuk apa dia membantu merobohkan rumah perempuan tua yang tidak dikenalnya itu. Sally marah, tapi dia menahan diri agar tidak menjerit-jerit lagi. Baru kali itu Sally berhenti menjerit sebelum keinginannya terkabul. Sally berjanji tidak akan berteriak-teriak lagi dan perempuan tua tersebut mengijinkan Sally keluar dari rumah yang hampir roboh itu.

Sejak saat itu Sally tidak pernah lagi menjerit-jerit bila sedang marah atau keinginannya tidak terpenuhi. Dia berusaha menahan diri karena tidak ingin perempuan tua itu datang dan membawanya kembali ke rumah yang hampir roboh di tengah hutan. Setiap kali hendak menjerit dia teringat janjinya dan menutup kembali mulutnya.

Cerita diakhiri dengan pesan bahwa sampai sekarang rumah reyot perempuan tua itu masih berdiri di tempatnya - menunggu diruntuhkan. Kalau ada anak seperti Sally dulu yang suka menjerit-jerit tolong beritahukan perempuan tua itu ya!

Nah ketika saya membacakan cerita ini lumayan mengena pada anak saya, tapi pernah suatu ketika dia marah sambil menangis menjerit-jerit. Saat itu saya sudah emosi, terus tiba-tiba teringat cerita tadi. Lantas saya pura-pura lari ke depan sambil berkata neneknya sudah datang belum ya? Anak saya terdiam sebentar, kaget. Rupanya dia juga teringat cerita Sally. Terus saya melihat ke sekeliling aduh temboknya sudah retak, wah bahaya nih. Anak saya kaget, menjerit lagi karena marah, tapi berusaha keras menghentikan tangisan dan jeritannya.

Sejak saat itu setiap kali anak saya mulai marah sambil menjerit-jerit, saya tenang-tenang saja sambil memeriksa tembok, melihat retakannya. Kalau belum berhasil, saya lari ke jendela, pura-pura menunggu kedatangan nenek tua, atau tinggal bilang "Nenek.."Anak saya mengerti dan sekarang sudah menghilangkan kebiasaan buruk marah sambil menjerit-jerit. Bagaimana dengan anak Anda? Berminat mencoba cara ini? Sharing ya gimana hasilnya.

Related Posts by Categories



6 comments:

fernando situmeang said...

Postingan yang sangat bermanfaat bagi orang tua. Salut deh, tp iklannya rameeeee.... keren !! salam kenal

aku blogger pemula, mampir ke blog q mau ya !

di http://fernandositumeang.blogspot.com

Belajar Internet Marketing said...

hehe jadi malu nih. Ok aku sudah mampir, ketemu dengan pujangga....Salam kenal juga. Sukses ya.

Mr. Smiley said...

aduh... aduh...

mbak... aq ada keponakan nich.. parah suka jerit-jerit...

:(( ampun dah.. tapi masukannya keren jg nich...

coba deh kasih tau tante... ^^ :)]

Belajar Internet Marketing said...

Nitip pesan buat tantemu: Bacakan cerita itu waktu anaknya sedang santai. Nah waktu anaknya jerit-jerit, tante harus tenang, pura-pura kaget lihat temboknya kok retak ya, kalau enggak mempan coba lari ke depan, intip di jendela pura-pura ngeliat neneknya sudah datang belum.
Emang sih kesannya kok nakut-nakutin anak kecil, tapi ampuh tuh buat anakku. Ok, selamat mencoba, semoga sukses.

Susanna said...

Kalau dibacain buat anak umur18 bulan, kira2mereka bias ngerti ga ya?

Yusi Setiawati said...

Dicoba aja :) . Kemampuan pemahaman tiap anak berbeda. Seringkali walaupun belum lancar berbicara, anak sudah mengerti perintah dan cerita. Semoga berhasil

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online