Thursday, 1 January 2009

Catatan Awal Tahun 2009 : Mengatasi Permasalahan Anak

Selamat Tahun Baru 2009. Tak terasa tahun telah berganti. Kalau kita melihat ke diri kita mungkin tak banyak perubahan fisik yang terjadi selama setahun ini. Tapi melihat perkembangan anak-anak terasa begitu pesat, terutama pada balita. Banyak permasalahan anak yang dulu membuat kepala kita pusing, mungkin sekarang sudah dapat membuat kita tersenyum kala mengenangnya.

Awal tahun lalu anak kedua saya masih di playgroup. Masih terlihat kecil. Anak pertama saya masih di TK A. Sekarang dua-duanya duduk di bangku TK, yang kecil di TKA, sedang yang besar di TK B. Ehm tahun 2008 lalu apa aja ya permasalahan anak yang terjadi?

Syukurlah di tahun 2008 tidak ada masalah anak yang terlalu menyita pikiran. Paling masalah Steven yang kalau marah sambil menangis menjerit-jerit atau masa awal masuk TKA Kevin harus adaptasi lagi, butuh ditemani selama beberapa waktu. Setelah dia mendapat teman, untunglah masalah tersebut teratasi. Untung juga sekarang anak-anak sudah mau potong rambut di salon.

Barusan terima raport, guru Kevin bilang kalau Kevin suka mengadu kalau ada temannya yang nakal atau enggak menurut sama Bu Guru. Mungkin maksudnya sih baik, membantu jadi asisten pribadi. Tapi akhirnya jadi kebiasaan buruk juga sih, si pengadu. Terus kalau ngambek, Kevin suka cemberut di kelas, sambil duduk melipat tangannya. Gurunya harus merayu baru dia mau tersenyum dan berinteraksi dengan teman-temannya lagi. Hm ini termasuk pr ya, gimana ya cara merubah kebiasaan buruk ini?

Kalau Steven di sekolah sih katanya enggak ada keluhan. Saya tanya gimana emosionalnya, kata gurunya sih enggak ada masalah. Hm berarti permasalahan emosional Steven cuman di rumah nih. Pokok permasalahan di pola didik kayaknya. Luka batin yang lama belum sembuh benar, dia kadang masih takut enggak disayang lagi. Kalau enggak juara di suatu lomba, matanya langsung berkaca-kaca.

Sekarang sih sudah jauh berkurang sifat cengengnya, tapi kayaknya masih butuh perhatian ekstra agar dia bisa tumbuh jadi anak yang percaya diri. Agar dia yakin kalau papa mama sayang dia apa adanya. Orang tua mana sih yang tidak bangga kalau anaknya meraih juara? Tapi ternyata kalau kita memberi target yang terlalu tinggi, akibatnya membuat anak merasa terbebani. Terlebih kalau kita berkata kalau dia enggak pintar, enggak juara maka enggak disayang lagi atau kalau mau disayang jadilah anak pintar, jangan nakal... Beban tersebut akan membuatnya rapuh, terutama saat dia mengalami kegagalan. Dia jadi kehilangan percaya diri. Jadi orang yang takut banget gagal.

Persoalan lain yang butuh perhatian kayaknya masalah pertengkaran antar kakak beradik. Permasalahan awalnya sih sepele, seringkali karena rebutan mainan. Tapi kalau cara didik kita salah misal kakak harus mengalah sama adik, kasihan juga sang kakak. Hm harus belajar jadi penengah yang baik nih. Harus jadi pendengar yang baik, berusaha mendamaikan mereka tanpa ada pihak yang merasa dimenangkan atau dikalahkan.

Kelihatannya masalah-masalah sepele, tapi kalau cara penanganan salah, bisa fatal juga ya akibatnya. Harus banyak belajar dari sekolah orangtua. Newsletternya selama ini membantu banget dalam mengubah pola pikir saya. Selamat Tahun Baru buat Anda semua. Semoga di tahun 2009 ini Anda makin sukses, permasalahan anak dan keluarga dapat diselesaikan dengan baik.

Related Posts by Categories



6 comments:

alifahru said...

mengamati dunia anak2 memang menyenangkan.... btw anaknya dah berapa mbak... :)

Belajar Internet Marketing said...

Sudah 2 tuh, 4 tahun lebih dan hampir 6 tahun, masih TK semua. Salam kenal.

yudi said...

Persoalan lain yang butuh perhatian kayaknya masalah pertengkaran antar kakak beradik. Permasalahan awalnya sih sepele, seringkali karena rebutan mainan. Tapi kalau cara didik kita salah misal kakak harus mengalah sama adik, kasihan juga sang kakak. Hm harus belajar jadi penengah yang baik nih. Harus jadi pendengar yang baik, berusaha mendamaikan mereka tanpa ada pihak yang merasa dimenangkan atau dikalahkan. <-- Caranya ?? -x(
kebetulan lagi nyari2 solusi kalo kakak cemburuan sama adeknya..kadang jadi ketawa sendiri kalo inget..bagi2 ya kalo dah ada heheh
tengkyuuu

Belajar Internet Marketing said...

Ehm menurut SekolahOrangtua.com jangan pernah suruh kakak mengalah dengan alasan "yang besar harus ngalah". Ingat selamanya kakak lebih besar dari adik khan...Kasihan nanti kakak mikir kalau dia selamanya harus ngalah sama adik, enggak adil jadinya.
Kalau mereka bertengkar dengarkan alasan mereka, yang paling gampang sih yang salah disuruh salaman minta maaf, kalau perlu mencium. Biasanya sih anak-anak kalau bertengkar paling cuman sebentar. Tapi kalau kita bersikap enggak adil, yang membuat mereka terluka adalah sikap kita, bukan pertengkaran itu (baca Memori masa kecil ).
Seringkali sesudah ada adik, perhatian ke kakak menjadi berkurang, kita harus bisa meyakinkan kakak kalau kita tetap sayang pada dia. Pada intinya kalau mereka merasa kita bersikap adil, mereka enggak akan merasa cemburu.
Semoga sukses ya.

yudi said...

bener bener..aku baca2 dulu ya..thanks infonya yg banyak nih..

Belajar Internet Marketing said...

Thanks ya sudah mampir dan berkomentar

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online