Saturday, 21 February 2009

Pengalaman Anak Potong Rambut Di Salon

Setelah pensiun jadi tukang potong rambut, sekarang ganti hunting cari salon yang ok buat anak. Ternyata enggak semua salon lho mau nerima anak kecil, apalagi tidak semua kapster bisa sabar menghadapi tingkah polah anak saat potong rambut di salon.

Hari ini kami jalan-jalan di mall dan berhubung rambut anak-anak sudah mulai panjang, sekalian deh ke salon. Di salon pertama yang kami datangin resepsionisnya bertanya siapa yang mau potong rambut. Ketika saya tunjukkan kedua anak saya, resepsionis tersebut bertanya rewel enggak kalau mereka potong rambut? Saya bilang dulu sudah pernah kok potong rambut di sini. Mbak resepsionis tersebut bertanya, siapa yang biasa motong? Saya jawab cewek kok yang motong. Terus saya disuruh menunjuk Mbak yang mana yang biasa melayani memotong rambut anak saya...

Rasanya sih ada 2 kapster yang pernah motong rambut anak saya. Salah satunya saat ini lagi hamil. Entah kenapa mood mereka lagi jelek. Bahkan si resepsionis berpesan nanti kalau anaknya rewel waktu tengah-tengah potong rambut, dihentikan lho ya..Hah? Saya sampai bingung, kok ada salon kayak githu. Kalau dihentikan, enggak diselesaikan proses potong rambutnya, khan petal ntar jadinya.

Akhirnya dengan wajah terpaksa Mbak yang tidak sedang hamil menyuruh Steven, anak saya yang besar untuk duduk dan dipotong rambutnya. Air mukanya sangat tidak ramah. Dia nanya mau dipotong seperti apa, kemudian mulai bekerja.

Karena dia masang kain penutupnya kurang pas, potongan rambut mengenai leher Steven dan Steven mengeluh gatal. Dengan tampang tambah cemberut si Mbak membetulkan letak kain penutup terus mulai bekerja lagi. Melihat tampang si Mbak yang manyun hih rasanya gemes deh. Tapi melihat hasil kerjanya lumayan juga tuh. Pertamanya saya kesal tapi akhirnya luluh juga melihat hasil potongannya.

Selesai memotong rambut Steven, saya nanya, gimana Mbak kalau yang ini (Kevin), sanggup enggak. Mbak tersebut menggeleng. Ya sudah saya menuju kasir untuk membayar. Untung itu di mall banyak pilihan salon...

Sedikit berjalan, ada salon lain. Saya ajak Kevin masuk. Mbak resepsionisnya cukup ramah, dia bilang antri ya 1 orang. Ok kami menunggu. Tak lama kemudian tiba giliran Kevin. Mbak yang motong orangnya sabar dan ramah, tapi ternyata Kevin enggak tahan geli. Goyang-goyang terus kegelian. Waktu potong bagian poni, tadinya saya sudah pesan jangan kependekan, eh karena posisi kepala Kevin miring, jadinya setelah dipotong dan disisir kok jadinya aneh ya, terus dipendekin lagi. Masih enggak rata, dipotong lagi. Akhirnya...ampun deh poni Kevin pendek sekali, hii jadi aneh deh ngeliat tampangnya...

Hm ternyata milih salon untuk anak lebih susah daripada salon untuk orang dewasa. Ada yang hasil potongannya bagus tapi orangnya sangat tidak ramah, yang lainnya ramah dan sabar tapi kok hasil potongannya mengecewakan ya... :(. Hehe sudah terlanjur gimana lagi nih...Mau protes wong yang salah Kevin juga, kenapa enggak bisa anteng. Yah untung rambut bisa tumbuh lagi...

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online