Friday, 20 March 2009

Andai Aku Seperti Adik (Ibu Dengarkan Aku)

Melanjutkan artikel Daftar Isi Ibu Dengarkan Aku, kali ini saya lanjutkan cerita ke 3 Andai Aku Seperti Adik. Apakah Anda memiliki 2 orang anak yang tidak bisa akur? Kakak iri pada adiknya? Bisa jadi hal tersebut timbul karena perbedaan perlakuan yang kita terapkan sehingga mereka saling merasa hal tersebut tidak adil dan menimbulkan rasa iri hati. Coba simak cerita berikut ini:

Alex yang berusia 5,5 tahun memiliki adik bernama Andy (3 tahun). Sebelumnya karena perlakuan ibu terhadap mereka sama, Alex tidak pernah merasa iri pada Andy, bahkan mereka saling menyayangi.

Namun saat mereka pindah ke rumah nenek karena ibu mereka mendapat tugas belajar tak jauh dari kampung nenek, Alex merasa perlakuan semua orang berbeda. Alex merasa iri pada Andy yang lebih disayang oleh semua orang.

Setiap kali Alex dan Andy bermain kemudian Andy menangis, selalu Alex yang disalahkan. Alex merasa orang dewasa suka mengambil kesimpulan tanpa melihat faktanya. Akhirnya Alex berpikir salah atau benar, orang tetap menilai dirinya salah. Jadi untuk apa dia hanya diam, toh berbuat nakal atau tidak orang tetap menganggapnya nakal.

Suatu hari Alex dan Andy bermain di dekat kolam milik kakek. Saat melihat tanggul yang membelah kolam, Alex teringat pada lomba ketangkasan yang pernah dilihatnya di televisi. Alex bercerita pada Andy tentang keinginannya bermain lomba ketangkasan tersebut. Dengan semangat Andy mendahului berjalan menelusuri tanggul. Mereka berdua tertawa-tawa. Tiba-tiba Tante Lin melihat peristiwa tersebut dan berteriak.

Ibu dan nenek datang. Muka ibu terlihat pucat dan meminta mereka agar tetap diam. Tante Lin memanggil Om Willy, suaminya. Dengan sigap Om Willy membopong Alex dan Andy menuju ibu mereka.

Ibu langsung menangkap Alex dan membawanya ke rumah. Sambil menangis ibu memukuli pantat Alex sambil memaki,"Kamu jahat! Kamu ingin adikmu celaka ya?!" Alex menangis meraung-raung tapi tak seorang pun membelanya.

Setelah puas memukuli Alex, Ibu menangis dipeluk Tante Lin, sementara Nenek mengendong Andy, mengelus kepalanya dan mendekapnya. Alex merasa sangat iri pada Andy. Dia ingin diperlakukan seperti Andy.

Sambil memeluk Ibu, Tante Lin berkata pada Alex, "Mengapa sih kamu tidak bisa seperti adikmu? Coba kalau kamu bisa sebaik adikmu, pasti semua orang sayang sama kamu."

Seandainya berani, Alex ingin bertanya, "Mengapa mereka tidak memperlakukannya seperti Andy? Mengapa mereka lebih menyanyangi Andy?"

Alex merasa mereka semua tidak adil. Kesalahan Andy tidak pernah dinilai sebagai kesalahan, sedangkan perbuatan Alex meski itu sebagai balasan atas perbuatan Andy tetap dinilai sebagai kesalahan besar. Kenapa ibu mudah dipengaruhi orang lain sehingga mengubah perlakuannya?

Renungan:
Jika seorang pernah melakukan kesalahan, bukan berarti orang tersebut selalu melakukan kesalahan. Demikian pula tidak selamanya orang baik terhindar dari kesalahan. Ketika penilaian buruk tertuju pada anak kita, kita merasa seperti diadili. Tanpa kita sadari kita melampiaskan perasaan tertekan dengan menghukum anak kita. Kita berpikir dengan menghukum anak kita beban kita semakin ringan. Padahal justru sebaliknya, beban itu semakin berat bukan hanya bagi kita melainkan juga bagi anak kita.

Dari cerita di atas kita dapat belajar, kadangkala ada faktor lain yang membuat perlakuan kita menjadi tidak adil pada anak kita. Dulu si ibu tidak membedakan perlakuan pada kedua anaknya, maka kedua anaknya saling menyayangi tanpa rasa iri. Namun saat pindah ke rumah nenek, di mana banyak saudara yang lebih menyayangi Andy dan mengganggap Alex nakal, si Ibu menjadi tertekan dan terpengaruh, akhirnya bersikap tidak adil.

Seringkali kita menyuruh anak yang besar mengalah pada adiknya, namun bila dipikir lagi selamanya kakak lebih tua dari adik, apakah hal itu berarti kakak harus selalu mengalah pada adik? Perlakuan kita ini juga bisa memicu rasa iri hati.

Menjadi orang tua yang sempurna memang tidak mudah. Tapi setidaknya kita mau belajar untuk menjadi orang tua yang lebih baik.

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online