Thursday, 12 March 2009

Daftar Isi Ibu Dengarkan Aku

Akhirnya hari ini buku "Ibu Dengarkan Aku" karangan Dra.V.Dwiyani sudah kembali ke rumah lagi setelah dipinjam teman sekian lamanya. Mumpung bukunya ada di depan saya, coba saya tuliskan daftar isi plus sekilas info ceritanya ya. Buku ini sangat berguna bagi para orangtua yang merasa kesulitan memahami jalan pikiran anak-anaknya, yang merasa kesal karena anaknya susah diatur, yang ining belajar cara mendidik anak dengan baik, dsb.

Cerita 1. Mengapa Aku Dihukum?
Menceritakan tentang seorang anak cowok kelas 1 SD yang mendapat hadiah sepeda. Dia sangat girang dan segera ingin memamerkan sepeda tersebut pada temannya. Tapi...karena kurang hati-hati sepeda tersebut hilang.

Seandainya Anda adalah orang tua dari anak yang menghilangkan sepeda tersebut, tindakan apa yang akan Anda ambil? Saya kira banyak orang tua yang menjawab anak tersebut patut dihukum, dengan alasan anak belajar tanggung jawab, agar anak tahu kalau dia salah, dsb. Hal tersebut juga yang dilakukan orang tua anak tersebut.

Papinya mengambil penggaris kayu, memukulkannya ke pantat anak tersebut berulang kali sambil berkata, "Dasar anak tidak tahu tanggung jawab". Si mami yang diharapkan bisa jadi dewi penolong eh malah tak kalah marahnya, sambil berteriak-teriak mengomel, menyeret anak tersebut ke dalam kamar mandi dan dikunci dari luar.

Pernahkah Anda berpikir dari sudut pandang anak Anda, apa yang dirasakannya ketika dia kehilangan sepeda tersebut? Seandainya dia berani bicara, dia ingin bertanya Mengapa papi dan mami menghukumku? Mengapa papi dan mami tidak memeluk dan menghiburku? Yang dibutuhkan anak tersebut dekapan, belaian, dan hiburan, tapi yang didapatkannya pukulan, kemarahan, dan hukuman.

Papi dan mami memang berhak marah karena sepeda tersebut hilang. Tapi sesungguhnya anak tersebut jauh lebih berduka. Sudah lama dia bermimpi ingin memiliki sepeda, bahkan uang tersebut sebagian berasal dari tabungannya. Kini anak tersebut telah kehilangan impian yang hanya sejenak menjadi kenyataan.

Dengan memarahinya seperti itu, yang terjadi luka batin pada diri anak. Si anak akan merasa dirinya tidak lebih berharga dari sebuah sepeda. Hubungan orang tua dan anak pun menjadi rusak. Seandainya orang tua tersebut berkata, "Sudahlah sayang, nanti kita nabung lagi untuk membeli sepeda, yang penting kamu selamat. Lain kali kamu harus lebih berhati-hati dan lebih menjaga barang-barangmu." Kira-kira apa yang akan terjadi? Si anak akan sangat berterima kasih pada orang tuanya, merasa dirinya berharga dan dicintai dan belajar bertanggung jawab (dia sudah menghilangkan sepedanya, untuk memperoleh gantinya dia harus menabung lagi). Bagaimana, Anda setuju?

Renungan:
Ketika anak berbuat kesalahan yang menurut kita dia layak dihukum, pernahkah terlintas dalam benak Anda kalau mungkin saat itu mereka membutuhkan penghiburan Anda?

Cerita di atas pernah saya tulis di artikel Bapak Ibu Lebih Sayang Aku atau Sepedaku. Tapi karena saat itu saya menulisnya hanya berdasar memori, mohon maaf kalau ceritanya ada yang berbeda.

Cerita 2. Papa Tidak Kangen Aku!
Cerita bermula dari bunyi telepon yang berdering. Ternyata yang menelpon papa Cindy, anak cewek yang sedang belajar membaca. Mengetahui papanya menelpon, bukannya senang malah si anak menghindar, cepat-cepat masuk kamar dan tak mau keluar ketika dipanggil.

Si mama merasa kalau akhir-akhir ini Cindy sering menghindar saat papanya yang tugas di lapangan menelpon. Kalau Anda ingin tahu kenapa sikap si anak berubah, baca di artikel Bila anak tiba-tiba berubah .

Renungan:
Tanpa kita sadari kita sering membuat anak kita tidak lagi mempercayai kita. Ketika kita sadar mereka mulai menjauh, kita menjadi sakit hati dan tidak bisa menerima sikap mereka. Padahal mungkin kita pernah mengecewakan mereka sehingga anak bersikap seperti itu. Jika hal itu terjadi pada Anda, jangan tanyakan mengapa mereka melakukan itu, tapi tanyakan pada diri sendiri "Apa yang telah kuperbuat sehingga anakku menghindari aku, bahkan menolakku?"

Cerita 3: Andai Aku Seperti Adik....
Cerita 4: Enaknya Membolos!
Cerita 5: Salahkah Jika Aku Sayang Ibuku?
Cerita 6: Benarkah Mama Khawatir Kepadaku?
Cerita 7: Sakit Itu Nikmat!
Cerita 8: Bu Siksa Mengubah Sikapku!
Cerita 9: Ibu, Percayalah Kepadaku!
Cerita 10: Papaku Lembek!
Cerita 11: Cemburunya Mamaku!
Cerita 12: Kapan Papa Mengajariku?
Cerita 13: Ayah Kok Plin-Plan!
Cerita 14: Pantaskah Aku Menerima Hukuman?
Cerita 15: Asyiknya Belajar Bersama Ibu!

Berhubung ceritanya banyak, saya cicil ya...Oh ya bagi yang ingin beli bukunya langsung, buku tersebut terbitan Elex Media Komputindo. Saya sih dulu beli di Gramedia, harganya sudah lupa tuh. Kayaknya sih enggak terlalu mahal, soalnya bukunya juga tipis kok, total 86 halaman. Meski tipis tapi isinya menyentuh, terutama bila ada kisah yang menyerupai peristiwa yang kita alami. Mari kita belajar menjadi orang tua yang lebih baik.

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online