Wednesday, 4 March 2009

Pengalaman Saat Dokter Anak Langganan Tidak Praktek

Pernahkah Anda mengalami kejadian saat anak Anda sakit ternyata dokter langganan yang biasa mengobati anak Anda sedang tidak praktek? Saya pernah mengalaminya beberapa kali, dan anehnya saat dibawa ke dokter spesialis anak lainnya kok anak saya enggak kunjung sembuh ya...

Beberapa waktu lalu Steven sakit, mungkin kecapekan karena sehari sebelumnya dia outbond bersama teman-teman sekolah, orang tua, dan guru. Saat outbond itu ada acara berjalan di atas tali, meniti jembatan tali, meniti tangga tali, flying fox, berenang, dsb. Banyak aktivitas fisik. Anak-anak sih gembira sekali.

Keesokan harinya saat pagi kelihatannya sih dia enggak apa-apa. Tapi sore harinya dia bilang mual, tapi setelah makan biscuit coklat hangat dia bilang sudah enggak apa-apa. Malam harinya kami jalan-jalan ke mall. Di sana Steven memilih menu mie goreng.

Setelah makan seperempat porsi dia bilang kalau sudah. Pertamanya kami pingin marah, sudah beli kok enggak dihabisin. Tapi ketika saya mencicipi mie tersebut, aduh ternyata rasanya eneg banget, kayaknya ada rasa langu, mungkin karena udangnya kurang matang atau sudah lama.

Malam harinya tiba-tiba Steven muntah. Yang keluar mie kental, tidak lama kemudian muntah lagi, kembali yang keluar mie. Setelah itu sepanjang malam dia masih muntah lagi 2 atau 3 kali dan isinya air, volumenya lumayan banyak. Sehingga total dalam semalam dia muntah 4 atau 5 kali. Karena saat itu tengah malam saya lupa tidak memberinya banyak cairan pengganti, hanya sekedar obat muntah dan minum air putih. Tapi ternyata obat muntahnya enggak mempan.

Keesokan paginya Steven begitu lemas, tidak bertenaga. Saat pagi sudah muntah 2 kali lagi. Seharian dia hanya tiduran. Siangnya muntah lagi, begitu pula sore harinya. Kebetulan hari itu Minggu. Seharusnya dokter langganannya praktek, tapi karena masih di luar kota jadi batal praktek, digantikan oleh dokter pengganti. Saat kami sampai ke tempat praktek dokter langganan, kami merasa heran, biasanya antriannya luar biasa banyak, eh hari itu kok sepi banget. Ya begitulah dokter, meski tempat prakteknya sama tapi kalau bukan dokter langganan yang menangani, orang banyak yang batal berobat.

Karena kondisi Steven saat itu mengkuatirkan dan sudah terlanjur sampai ke sana, kami akhirnya memeriksakan Steven ke dokter pengganti. Tapi...cara memeriksa dan mendiagnosanya kok kurang meyakinkan ya. Sudah githu ternyata obatnya hanya vitamin B6, lactobacillus, dan obat untuk mengatasi asam lambung. Obatnya hanya untuk 2 hari lagi...

Hari Senin Steven tidak bisa masuk sekolah, badannya lemas banget. Obat dokter pengganti tidak membawa efek yang berarti. Malah hari itu dia muntah dengan volume sangat banyak, sampai-sampai makanan yang masuk 3 jam sebelumnya ikut keluar lagi. Saat kencing kakinya gemetar. Rasanya sedih deh, kapan sembuhnya kalau seperti itu. Seharian hanya tiduran aja. Saya telpon ke dokter langganan, dokter bilang kalau kondisinya tidak juga membaik bawa ke tempat prakteknya lagi.

Untungnya malam itu sehabis makan Steven tidur nyenyak. Praktek dokter langganan ternyata juga ramai luar biasa. Karena Steven tidur dan tidak muntah lagi, malam itu kami batal ke dokter.

Hari Selasa, Steven bangun dari tempat tidur, membuka pintu, tapi kayaknya dia masih capek, kembali tiduran lagi. Hari itu dia kembali tidak sekolah dan seharian tiduran terus tanpa melakukan aktivitas apa-apa, paling nonton televisi. Hari itu dia sudah tidak muntah, tapi sebagai gantinya diare. Ampun deh kayaknya muntaber nih...

Sore harinya Steven mengeluh perutnya sakit. Ya sudah malam itu kami kembali ke dokter langganan. Seperti biasanya praktek dokter langganan sangat ramai, hari itu banyak yang membawa hasil lab. Antrian nomer 12 tapi sudah 2 jam lebih belum sampai juga giliran Steven.

Mulanya karena capek dan masih lemas Steven tidur nyenyak di bangku. Akhirnya jam 10 malam lebih dia terbangun dan minta pulang. Saat itu sudah kurang 2 pasien lagi baru giliran Steven. Saya tanya gimana kondisinya, dia bilang perutnya masih sakit. Ya sudah periksa kalau githu. Lagian nanggung sudah antri lama banget.

Dokter bilang Steven kena muntaber. Terus diberi resep obat. Berhubung saat itu sudah malam sekali, kami langsung pulang tanpa mampir ke apotik. Sampai di rumah Steven juga langsung tidur.

Hari Rabu, Steven keluar dari kamar dan berkata kalau dia sudah sembuh, sudah bisa sekolah. Kami melongo, beneran nih? Iya kata Steven sudah enggak apa-apa kok. Akhirnya dia sekolah hari itu dan beneran enggak apa-apa.

Yang mengherankan obat belum juga dibeli kok tahu-tahu Steven langsung sembuh. Seandainya Selasa malam itu Steven enggak ke dokter langganan, akankah hari Rabu dia bangun dengan ceria dan bilang kalau dia sembuh? Kejadian ini bukan yang pertama kalinya lho ....

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

 

blogger templates | Make Money Online